Petani Muda Kota Tangerang Meledak di Tingkat Nasional, Saputri Siap Ubah Pertanian Jadi Industri Modern Berbasis Teknologi

Kilas Banten
25 Mei 2026 08:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kota Tangerang di panggung nasional. Kali ini, sorotan datang dari sektor pertanian. Seorang perempuan muda asal Kota Tangerang berhasil mencuri perhatian setelah masuk empat besar nasional dalam ajang Young Ambassador Agriculture 2026.

 

Sosok tersebut adalah Saputri Indah Ratnasari. Perempuan muda yang aktif menggerakkan pertanian komunitas itu sukses meraih peringkat keempat nasional dalam kompetisi yang diselenggarakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 

Ajang Young Ambassador Agriculture menjadi wadah pencarian figur muda inspiratif yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dan perubahan nyata di sektor pertanian nasional. Kompetisi itu juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan gagasan kreatif dalam menghadapi tantangan pangan dan modernisasi pertanian.

 

Keberhasilan Saputri dinilai menjadi angin segar bagi pengembangan pertanian di kawasan perkotaan, khususnya Kota Tangerang. Di tengah tantangan regenerasi petani dan perubahan pola pertanian modern, kehadiran anak muda dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional.

 

Saputri mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. Menurut dia, proses selama mengikuti kompetisi menjadi pengalaman berharga karena mempertemukannya dengan banyak pemuda hebat dari berbagai daerah di Indonesia.

 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, bahagia dan terhormat. Perjalanan di ajang ini sangat menantang karena saya bertemu dengan banyak pemuda yang hebat dari seluruh penjuru Indonesia yang memiliki inovasi luar biasa di sektor pertanian,” ujar Saputri, Senin, 25 Mei 2026.

 

Saat ini, Saputri aktif sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Deskorda di Kelurahan Keroncong, Kecamatan Jatiuwung. Ia juga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Forum KWT Kota Tangerang.

 

Bagi Saputri, penghargaan tersebut bukan hanya soal prestasi pribadi. Ia menilai capaian itu menjadi tanggung jawab besar untuk terus mendorong kemajuan pertanian, terutama di kalangan generasi muda.

 

“Mendapatkan peringkat keempat adalah sebuah apresiasi yang besar. Namun lebih dari sekadar gelar, saya merasa ini adalah awal dari tanggung jawab besar yang harus saya emban untuk terus memajukan sektor pertanian kita dalam membentuk generasi petani muda,” katanya.

 

Saputri membawa misi besar untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia pertanian. Menurutnya, pertanian modern tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional yang kotor dan tertinggal.

 

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini berkembang sangat cepat. Teknologi digital, inovasi pangan, hingga sistem pertanian perkotaan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian modern.

 

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mulai melihat pertanian sebagai sektor strategis yang memiliki masa depan menjanjikan.

 

“Untuk teman-teman generasi muda, terutama di Kota Tangerang, mari kita ubah stigma bahwa pertanian itu kotor atau tertinggal. Pertanian saat ini adalah sektor yang modern, sangat krusial dan penuh dengan peluang teknologi,” tegasnya.

 

Di tengah isu ketahanan pangan nasional, kebutuhan terhadap inovasi pertanian perkotaan semakin tinggi. Kota Tangerang yang dikenal sebagai kawasan urban dinilai tetap memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian produktif berbasis komunitas.

 

Kelompok wanita tani juga menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Selain itu, keberadaan komunitas pertanian dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan perkotaan.

 

Pertanian urban kini mulai berkembang menjadi solusi di tengah padatnya kawasan permukiman. Edukasi bercocok tanam, pemanfaatan teknologi sederhana, hingga pengembangan hasil pangan lokal menjadi langkah nyata yang terus didorong berbagai komunitas pertanian di Kota Tangerang.

 

Saputri berharap semakin banyak anak muda yang tertarik masuk ke dunia pertanian. Ia optimistis sektor ini akan menjadi bidang strategis yang mampu membuka peluang ekonomi baru apabila dikelola secara kreatif, inovatif, dan berbasis teknologi.

 

Prestasi Saputri sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional. Dengan inovasi dan semangat perubahan, Kota Tangerang dinilai memiliki peluang besar melahirkan lebih banyak petani muda modern yang siap bersaing di tingkat nasional.***