Petugas Puskesmas Cibodasari saat melakukan pemeriksaan pelayanan kefarmasian dan pengawasan penyimpanan obat di salah satu apotek di Kota Tangerang.KILAS BANTEN – Puskesmas Cibodasari, Kota Tangerang, memperketat pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di sejumlah apotek. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan obat yang aman, berkualitas, dan sesuai standar kesehatan.
Pengawasan terbaru dilakukan di Apotek GAMA. Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa berbagai aspek operasional apotek. Mulai dari legalitas usaha, sistem penyimpanan obat, standar pelayanan kefarmasian, hingga pengelolaan alat kesehatan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan kesehatan di tengah masyarakat. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh operasional apotek berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kepala Puskesmas Cibodasari, dr. Vini Setiawan, mengatakan pengawasan tersebut merupakan agenda rutin yang terus dilakukan pihaknya. Menurut dia, pelayanan kefarmasian memiliki kaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan langkah rutin untuk memastikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat berjalan aman dan sesuai standar,” ujar dr. Vini Setiawan, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap apotek tidak hanya sebatas pemeriksaan administrasi. Pihaknya juga memastikan setiap obat disimpan dengan benar agar kualitas dan efektivitasnya tetap terjaga sebelum diberikan kepada masyarakat.
Menurut dr. Vini, penyimpanan obat yang tidak sesuai standar dapat berdampak terhadap mutu obat. Karena itu, pengawasan dilakukan secara detail untuk mencegah potensi kesalahan dalam pengelolaan maupun distribusi obat kepada pasien.
“Pembinaan dan pengawasan ini penting dilakukan agar seluruh apotek dapat memberikan pelayanan yang berkualitas, aman, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami juga ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kefarmasian yang baik dan terpercaya,” katanya.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan pembinaan langsung kepada pengelola apotek. Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme tenaga kefarmasian sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi kesehatan.
Puskesmas Cibodasari menilai pembinaan berkala menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat. Dengan monitoring rutin, potensi pelanggaran prosedur dapat diminimalisasi sejak dini.
Pengawasan ini juga menjadi bentuk antisipasi terhadap peredaran obat yang tidak memenuhi standar penyimpanan. Sebab, kualitas obat sangat dipengaruhi oleh suhu, kebersihan, hingga tata kelola penyimpanan yang tepat.
Tidak hanya itu, standar pelayanan kefarmasian juga menjadi perhatian utama dalam sidak tersebut. Petugas memastikan masyarakat mendapatkan informasi penggunaan obat secara benar dan aman saat berobat ke apotek.
Langkah pengawasan yang dilakukan Puskesmas Cibodasari mendapat perhatian karena dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan. Keamanan obat dan kualitas pelayanan menjadi faktor utama yang sangat dibutuhkan masyarakat.
dr. Vini memastikan pihaknya akan terus melakukan monitoring berkala ke seluruh apotek di wilayah Cibodasari. Pengawasan itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Tangerang.
“Pengawasan rutin akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Cibodasari,” ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Cibodasari berharap seluruh apotek mampu menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan kesehatan yang berlaku. Dengan pelayanan yang profesional dan pengelolaan obat yang sesuai standar, masyarakat diharapkan semakin merasa aman saat membeli obat maupun berkonsultasi kesehatan di apotek.***