Advertisement
Tangerang

Sistem Parkir di Stadion Benteng Reborn Tinggalkan Era Manual, Era Digital Siap Bikin Kendaraan Lebih Aman

Petugas melakukan persiapan infrastruktur parkir digital di kawasan Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Sistem baru berbasis teknologi elektronik ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Petugas melakukan persiapan infrastruktur parkir digital di kawasan Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Sistem baru berbasis teknologi elektronik ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.

KILAS BANTEN – Sistem parkir manual di Stadion Benteng Reborn segera menjadi bagian dari masa lalu. Pemerintah Kota Tangerang bersiap menerapkan sistem parkir digital yang terintegrasi guna meningkatkan keamanan kendaraan, ketertiban area parkir, serta transparansi pengelolaan pendapatan.

 

Program modernisasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal Juli 2026. Pengelolaannya dilakukan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG) bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang.

 

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transformasi layanan publik berbasis teknologi yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Tangerang. Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, sistem baru juga diharapkan mampu menciptakan tata kelola parkir yang lebih profesional dan akuntabel.

Cuaca Cerah Sepekan Ancam Kota Tangerang, BPBD Keluarkan Peringatan Keras: Jangan Nekat Bakar Sampah

 

Direktur PT TNG, Muhamad Rijal, menjelaskan bahwa sistem elektronik akan menggantikan pola parkir konvensional yang selama ini diterapkan di kawasan stadion. Pengunjung nantinya akan melewati akses masuk yang dilengkapi teknologi boom gate otomatis.

 

Seluruh transaksi parkir dilakukan secara nontunai melalui berbagai metode pembayaran digital. Pengguna dapat memanfaatkan QRIS, kartu uang elektronik, maupun sistem pembayaran digital lainnya yang telah terintegrasi dengan platform parkir.

 

Ribuan Warga Padati Festival Kalisabi, Gerakan Besar Selamatkan Sungai Kota Tangerang Kian Menguat

Menurut Rijal, penerapan teknologi tersebut tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga memastikan seluruh pendapatan parkir tercatat secara resmi dan transparan.

 

“Melalui sistem ini, pengelolaan parkir menjadi lebih transparan dan akuntabel. Pendapatan dari tarif parkir maupun pajaknya akan tercatat secara resmi dan masuk ke kas daerah melalui PT TNG,” ujar Muhamad Rijal, Senin (8/6/2026).

 

Saat ini, berbagai pekerjaan pendukung terus dilakukan untuk memastikan sistem dapat berjalan sesuai target. PT TNG telah memulai pembangunan jaringan kabel optik serta pemasangan perangkat elektronik yang menjadi tulang punggung operasional parkir digital.

Menteri LH Turun Tangan di Festival Kali Sabi 2026, Warga Tangerang Diajak Hentikan Kebiasaan Merusak Lingkungan

 

Dalam rancangan yang disusun, kendaraan akan masuk melalui dua titik utama, yakni akses di kawasan SMA Negeri 2 Tangerang dan Pintu Sukun. Sementara jalur keluar kendaraan akan diarahkan menuju area Lapangan Sukun untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

 

Khusus di Pintu Sukun, pengelola menyediakan akses masuk dan keluar kendaraan secara bersamaan. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang tidak hanya mengunjungi stadion, tetapi juga memanfaatkan berbagai fasilitas publik di kawasan tersebut, termasuk Taman Elektrik yang menjadi salah satu ruang terbuka favorit warga Kota Tangerang.

 

Rijal menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar mengganti sistem pembayaran parkir. Pemerintah juga ingin memastikan setiap potensi pendapatan daerah dapat tercatat dengan baik sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi daerah.

 

Meski mengadopsi teknologi modern, PT TNG memastikan para juru parkir yang selama ini bekerja di kawasan Stadion Benteng Reborn tidak akan ditinggalkan. Mereka tetap akan dilibatkan dalam operasional dengan tugas yang disesuaikan, seperti membantu pengawasan area parkir dan memberikan pelayanan kepada pengunjung.

 

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menyebut penataan sistem parkir ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Tangerang untuk mengoptimalkan pengelolaan aset daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 

Menurut Kaonang, salah satu persoalan yang selama ini menjadi perhatian adalah keamanan kendaraan di kawasan stadion. Beberapa kasus kehilangan kendaraan masih ditemukan sehingga diperlukan sistem yang lebih modern dan terintegrasi.

 

“Selama ini masih ditemukan kasus kehilangan kendaraan di kawasan stadion. Dengan sistem yang lebih tertata dan pengawasan yang lebih baik, masyarakat akan mendapatkan rasa aman saat memanfaatkan fasilitas olahraga ini,” kata Kaonang.

 

Ia menambahkan, kehadiran teknologi pengawasan yang lebih modern diharapkan mampu meminimalkan risiko kehilangan kendaraan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

 

Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang bersama PT TNG juga akan mengkaji kemungkinan penerapan sistem serupa di berbagai fasilitas olahraga lainnya yang dimiliki pemerintah daerah.

 

Apabila implementasi berjalan sesuai rencana, Stadion Benteng Reborn akan menjadi salah satu fasilitas olahraga di Kota Tangerang yang mengadopsi sistem parkir digital secara terintegrasi. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih aman, efisien, transparan, dan berbasis teknologi modern.***

× Advertisement
× Advertisement