Alat berat dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur di kawasan Situ Bulakan, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sebagai bagian dari proyek normalisasi pengendalian banjir.KILAS BANTEN – Kota Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam pengendalian banjir melalui percepatan normalisasi Situ Bulakan. Proyek yang berlokasi di Kecamatan Periuk ini kini sudah mencapai sekitar 80 persen dan menjadi salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang dalam mengurangi risiko genangan di kawasan padat penduduk.
Normalisasi di kawasan Situ Bulakan dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama situ sebagai tampungan air sekaligus daerah resapan. Selama bertahun-tahun, kawasan ini mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur yang menumpuk. Kondisi tersebut membuat daya tampung air menurun drastis, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Fokus utama saat ini adalah pengerukan sedimentasi yang menjadi penyebab utama berkurangnya kapasitas situ.
“Normalisasi Situ Bulakan sudah berjalan sekitar satu bulan terakhir. Fokus pekerjaan saat ini adalah pengerukan lumpur untuk mengurangi sedimentasi. Sampai sekarang progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar Taufik, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menegaskan, pengerukan lumpur menjadi langkah penting dalam mengembalikan fungsi ekologis situ. Tanpa pengangkatan sedimentasi, kemampuan tampung air akan terus menurun dan meningkatkan risiko banjir di wilayah Kecamatan Periuk dan sekitarnya.