“Abuya tidak menyebut nama siapa pun. Tetapi isyaratnya jelas. Dalam jam’iyyah bisa saja ada ruang gelap yang harus diterangi dan dibenahi,” ujar Zaenal.
Di akhir pertemuan, Abuya Muhtadi hanya menyampaikan satu pesan singkat kepada Gus Yahya. Pesan itu disampaikan lugas dan tanpa penjelasan panjang. “Laksanakan sesuai AD/ART NU,” ucap Zaenal menirukan pesan Abuya.
Tak lama setelah pertemuan tersebut, Syuriyah PBNU menerbitkan Risalah Rapat Harian. Rais Aam PBNU bersama para Wakil Rais Aam mengambil sejumlah keputusan strategis yang berdampak langsung pada kepemimpinan PBNU. Salah satu sorotan utama adalah pelaksanaan Akademi Kader Nasional NU yang dinilai menghadirkan narasumber dengan afiliasi jaringan Zionisme.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Syuriyah menilai kegiatan tersebut bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta Muqaddimah Qanun Asasi NU. Selain itu, Syuriyah juga menyoroti tata kelola keuangan PBNU. Mereka menilai terdapat indikasi pelanggaran syariat, pelanggaran AD/ART, serta potensi risiko terhadap status badan hukum organisasi.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam meminta Ketua Umum PBNU mengundurkan diri dalam batas waktu tiga hari. Jika permintaan itu tidak dipenuhi, Syuriyah menyatakan akan memberhentikan Ketua Umum PBNU dari jabatannya.
Zaenal Abidin menekankan, polemik ini tidak bisa dipersempit sebagai konflik personal antarfigur. Menurutnya, persoalan tersebut menyentuh prinsip dasar organisasi dan marwah NU sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyah.
“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal perbedaan tafsir tentang bagaimana NU dijalankan sesuai khittah dan konstitusinya,” ujar Zaenal.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















