Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menunjukkan penghargaan dari Bank Indonesia Banten usai Digiwara Festival 2026 di Pondok ArenKILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Banten. Kota berjuluk Cerdas, Modern, dan Religius itu sukses memborong dua penghargaan sekaligus dalam bidang digitalisasi keuangan daerah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam agenda Shafara dan Digiwara Festival 2026 yang berlangsung di Pondok Aren. Acara itu turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni serta para kepala daerah se-Banten.
Dua penghargaan yang berhasil diraih Pemkot Tangsel yakni kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Non Tunai Tertinggi serta kategori Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi se-Provinsi Banten.
Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah paling progresif dalam penerapan sistem keuangan digital di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penghargaan itu menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik berbasis teknologi digital.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui perluasan digitalisasi daerah,” kata Pilar dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Pilar, capaian tersebut tidak diraih secara instan. Ia menyebut keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh organisasi perangkat daerah, terutama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), yang terus mendorong penerapan sistem pembayaran non tunai di berbagai sektor layanan publik.
Pemkot Tangsel saat ini terus memperluas pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan QRIS untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Inovasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian penghargaan dari Bank Indonesia.
“Kita harus terus berinovasi agar bisa lebih maju dibanding daerah lain. Sekarang masyarakat sudah bisa membayar PBB menggunakan QRIS dan itu sangat membantu,” ujar Pilar.
Digitalisasi pembayaran dinilai mampu memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Selain mempercepat proses transaksi, sistem non tunai juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Pilar menegaskan, ke depan Pemkot Tangsel akan terus memperluas layanan pembayaran digital untuk berbagai jenis layanan publik lainnya.
“Mungkin ke depan bukan hanya PBB, tetapi pembayaran layanan lainnya juga bisa dilakukan secara digital. Semakin mudah dan cepat, maka penerimaan pajak daerah juga akan meningkat,” katanya.
Tak hanya sukses di tingkat provinsi, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tangerang Selatan sebelumnya juga mendapat pengakuan sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Prestasi tersebut menjadi tantangan baru bagi Pemkot Tangsel untuk mempertahankan inovasi di tengah persaingan antar daerah yang semakin kompetitif.
Pilar juga mengungkapkan bahwa Gubernur Banten Andra Soni memberikan pesan khusus kepada seluruh pemerintah daerah agar terus menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah.
Selain fokus pada digitalisasi keuangan, Pemkot Tangsel mulai memperkuat pengembangan ekonomi syariah di wilayahnya. Pilar menilai Tangerang Selatan memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi halal karena didukung karakter masyarakat yang religius serta pertumbuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Ia menjelaskan, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan sektor UMKM atau industri kecil, tetapi juga menyasar sektor usaha menengah hingga besar.
“Ekonomi syariah sebenarnya sudah berjalan di masyarakat. Tinggal bagaimana kita mendorong agar pertumbuhannya semakin kuat dan terintegrasi,” ucapnya.
Saat ini sejumlah program ekonomi syariah berbasis masyarakat mulai berkembang di Tangerang Selatan. Program tersebut mendapat dukungan dari komunitas lokal dan sejumlah masjid besar, termasuk Masjid Raya Bintaro Jaya.
Pilar optimistis kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Tangsel dalam beberapa tahun mendatang.
Keberhasilan Tangerang Selatan dalam bidang digitalisasi keuangan daerah menjadi sinyal kuat bahwa transformasi layanan publik berbasis teknologi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Sistem digital dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, transparan, dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.***