Ia mengingatkan para profesor agar tidak terjebak pada kebanggaan akademik semata. Prof Ishom menekankan pentingnya sikap tawadhu atau rendah hati dalam menjalankan peran sebagai ilmuwan. Menurutnya, keilmuan yang tinggi harus berjalan seiring dengan etika dan akhlak.
“Semakin tinggi jabatan akademik, seharusnya semakin rendah hati. Jangan sampai capaian akademik justru melahirkan sikap takabur,” katanya.
Rektor juga menyinggung keterbatasan ilmu pengetahuan manusia. Ia menilai kepakaran di satu bidang tidak selalu mampu menjawab persoalan kompleks di masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan tinggi saat ini.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Ilmu kita terbatas. Keterbatasan itu bukan kelemahan, tetapi peluang untuk saling melengkapi dan bekerja bersama,” ujar Prof. Ishom.
Selain pesan moral, Rektor menyampaikan harapan strategis kepada para guru besar yang baru dikukuhkan. Ia meminta mereka berperan aktif membina dosen-dosen lain agar dapat menyusul meraih jabatan akademik tertinggi.
“Satu guru besar idealnya bisa melahirkan satu guru besar baru. Hari ini ada lima, ke depan kami berharap lahir lima profesor berikutnya,” tegasnya.
Pengukuhan lima guru besar ini diharapkan memperkuat posisi UIN SMH Banten sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman dan keilmuan terapan. Kampus ini ditargetkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2

















