PB PMII Jadi Sorotan, PC PMII Kabupaten Serang Desak Penjelasan Soal Perubahan Lokasi Aksi dan Isu Reshuffle Kabinet

Kilas Banten
23 Jun 2026 17:21
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Polemik di internal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mencuat setelah Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Serang mempertanyakan keputusan Pengurus Besar (PB) PMII yang mengubah lokasi aksi demonstrasi secara mendadak. Selain itu, munculnya tuntutan reshuffle kabinet dalam agenda aksi juga menjadi perhatian karena dinilai tidak pernah dibahas dalam proses konsolidasi sebelumnya.

 

Ketua PC PMII Kabupaten Serang, Refaldi, meminta PB PMII segera memberikan penjelasan terbuka kepada seluruh kader terkait alasan di balik perubahan lokasi aksi tersebut. Menurutnya, keputusan strategis dalam organisasi harus disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi di kalangan kader.

 

“Perubahan lokasi aksi yang terjadi secara mendadak tentu menimbulkan tanda tanya. Karena itu, kami meminta PB PMII memberikan penjelasan yang jelas mengenai alasan, pertimbangan, dan mekanisme pengambilan keputusan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan kader maupun masyarakat,” ujar Refaldi, Selasa, 23 Juni 2026.

 

Ia menilai keterbukaan menjadi prinsip utama dalam menjaga independensi organisasi mahasiswa. Seluruh proses pengambilan kebijakan, kata dia, harus dilakukan secara akuntabel sehingga setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan kepada kader maupun masyarakat.

 

Refaldi menegaskan bahwa transparansi juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa. Menurutnya, setiap dinamika yang muncul di dalam organisasi harus dijawab melalui klarifikasi resmi agar tidak berkembang menjadi asumsi yang tidak berdasar.

 

“Kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa dibangun melalui integritas dan keterbukaan. Ketika muncul pertanyaan atau kecurigaan di tengah kader, maka organisasi berkewajiban memberikan penjelasan yang objektif agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang tidak berdasar,” katanya.

 

Selain menyoroti perpindahan lokasi aksi, PC PMII Kabupaten Serang juga mempertanyakan masuknya tuntutan reshuffle kabinet dalam agenda demonstrasi. Refaldi menyebut isu tersebut tidak pernah menjadi pokok pembahasan dalam konsolidasi yang dilakukan sebelumnya.

 

Menurutnya, kemunculan tuntutan reshuffle kabinet bersamaan dengan perubahan lokasi aksi memunculkan pertanyaan di kalangan kader mengenai arah perjuangan organisasi. Karena itu, PB PMII diminta menjelaskan dasar pertimbangan dimasukkannya tuntutan tersebut.

 

“Kami meminta PB PMII menjelaskan kepada publik dan kader mengenai dasar tuntutan reshuffle kabinet serta alasan perpindahan lokasi aksi. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ada agenda titipan yang tidak berasal dari aspirasi kader dan hasil kajian organisasi,” tegasnya.

 

Refaldi menambahkan, klarifikasi resmi dari pengurus pusat sangat dibutuhkan agar independensi organisasi tetap terjaga. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memperkuat kepercayaan kader sekaligus menjaga soliditas internal PMII.

 

Ia juga mengingatkan agar berbagai dinamika yang pernah terjadi dalam gerakan mahasiswa dijadikan bahan evaluasi. Setiap persoalan yang berpotensi memunculkan dugaan adanya campur tangan pihak luar, lanjutnya, harus dijawab melalui penjelasan yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

PC PMII Kabupaten Serang berharap PB PMII segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perubahan lokasi aksi maupun dasar tuntutan reshuffle kabinet. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh kebijakan organisasi tetap berpijak pada aspirasi kader dan nilai-nilai perjuangan mahasiswa.

 

Hingga berita ini ditulis, PB PMII belum memberikan keterangan resmi terkait alasan perpindahan lokasi aksi maupun dasar dimasukkannya tuntutan reshuffle kabinet dalam agenda demonstrasi. Belum adanya penjelasan tersebut membuat polemik masih menjadi perhatian sejumlah kader PMII di berbagai daerah.***