KILAS BANTEN – Meningkatnya intensitas curah hujan di wilayah Serang berdampak pada naiknya volume air di Bendungan Sindangheula hingga mencapai batas maksimal atau overload.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan bendungan, Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, menegaskan bahwa kondisi struktur bendungan dinyatakan aman.
Fahmi memastikan situasi di lapangan masih dalam kondisi terkendali.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinasi intensif telah dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) guna memastikan tidak terdapat risiko struktural yang dapat membahayakan, termasuk potensi tanggul jebol.
“Sudah berkoordinasi kita dengan BBWSC3, dengan balai, insyaallah masih terkendali dengan baik,” ujar Fahmi Hakim, Selasa 13 Januari 2026.
Sebagai langkah pengamanan, pengelola bendungan telah menerapkan tindakan teknis berupa pelepasan debit air secara bertahap dan terukur.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap struktur bendungan sekaligus mencegah terjadinya luapan air secara mendadak ke wilayah hilir.
“Antisipasi khawatir banjir atau itu jebol, itu sudah dilakukan. Bahwa kenaikan debitnya sudah mulai dikeluarkan sedikit-sedikit airnya,” jelas Fahmi.
Selain pengaturan debit air, pengawasan juga diperketat di area hulu sungai.
Fahmi memastikan seluruh sistem pengendalian, mulai dari hulu hingga hilir, terus dikawal oleh petugas teknis guna menjamin keselamatan masyarakat di sekitar bendungan.
“Di hulu sana sudah dikawal. Insyaallah aman,” pungkasnya.***
Penulis : Taman

















