KILAS BANTEN – Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Serang tahun 2025 menjadi sorotan serius DPRD. Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang menilai kinerja pendapatan daerah belum berjalan optimal. Sejumlah sektor strategis dinilai masih menyimpan banyak persoalan, mulai dari pengelolaan pasar, retribusi daerah, hingga parkir.
Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS, Supiyanto, menyampaikan bahwa capaian PAD saat ini belum mencerminkan potensi riil yang dimiliki daerah.
Ia menilai ada sektor yang seharusnya bisa menjadi penopang utama pendapatan, namun belum dikelola secara maksimal.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu sektor yang disorot adalah pasar tradisional. Dari total 12 pasar yang tercatat di Kabupaten Serang, hanya 10 pasar yang beroperasi secara efektif. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, satu pasar sempat berhenti beroperasi akibat proses pembangunan, yakni Pasar Baros.
“Waktu itu ada pasar yang tidak beroperasi, Pasar Baros. Informasinya per 5 Oktober atau sekitar 10 Oktober sudah mulai dipungut kembali,” ujar Supiyanto, Minggu, 21 Desember 2025.
Ia menjelaskan, aktifnya kembali Pasar Baros sebenarnya membuka peluang untuk meningkatkan PAD. Namun, waktu pemungutan yang tersisa pada tahun anggaran berjalan masih tergolong singkat. Kondisi tersebut membuat hasil yang diperoleh belum bisa maksimal dan masih bersifat uji coba.
Selain pasar, Komisi 3 DPRD juga menaruh perhatian pada kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil retribusi. Supiyanto mengatakan, DPRD telah menggelar sejumlah rapat evaluasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















