PAD Kabupaten Serang 2025 Diduga Bocor di Banyak Sektor, DPRD Bongkar Masalah Pasar, Retribusi, hingga Parkir

Kilas Banten
21 Des 2025 16:30
Serang 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Serang tahun 2025 menjadi sorotan serius DPRD. Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang menilai kinerja pendapatan daerah belum berjalan optimal. Sejumlah sektor strategis dinilai masih menyimpan banyak persoalan, mulai dari pengelolaan pasar, retribusi daerah, hingga parkir.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS, Supiyanto, menyampaikan bahwa capaian PAD saat ini belum mencerminkan potensi riil yang dimiliki daerah.

Ia menilai ada sektor yang seharusnya bisa menjadi penopang utama pendapatan, namun belum dikelola secara maksimal.

Salah satu sektor yang disorot adalah pasar tradisional. Dari total 12 pasar yang tercatat di Kabupaten Serang, hanya 10 pasar yang beroperasi secara efektif. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, satu pasar sempat berhenti beroperasi akibat proses pembangunan, yakni Pasar Baros.

“Waktu itu ada pasar yang tidak beroperasi, Pasar Baros. Informasinya per 5 Oktober atau sekitar 10 Oktober sudah mulai dipungut kembali,” ujar Supiyanto, Minggu, 21 Desember 2025.

Ia menjelaskan, aktifnya kembali Pasar Baros sebenarnya membuka peluang untuk meningkatkan PAD. Namun, waktu pemungutan yang tersisa pada tahun anggaran berjalan masih tergolong singkat. Kondisi tersebut membuat hasil yang diperoleh belum bisa maksimal dan masih bersifat uji coba.

Baca Juga  Bongkar Arah Pembangunan 2027, DPRD Kabupaten Serang Tancap Gas Kawal RKPD dari Desa hingga Kabupaten

Selain pasar, Komisi 3 DPRD juga menaruh perhatian pada kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil retribusi. Supiyanto mengatakan, DPRD telah menggelar sejumlah rapat evaluasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang.