PAD Kabupaten Serang 2025 Diduga Bocor di Banyak Sektor, DPRD Bongkar Masalah Pasar, Retribusi, hingga Parkir

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat memberikan keterangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2025.

i

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat memberikan keterangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2025.

KILAS BANTEN – Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Serang tahun 2025 menjadi sorotan serius DPRD. Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang menilai kinerja pendapatan daerah belum berjalan optimal. Sejumlah sektor strategis dinilai masih menyimpan banyak persoalan, mulai dari pengelolaan pasar, retribusi daerah, hingga parkir.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS, Supiyanto, menyampaikan bahwa capaian PAD saat ini belum mencerminkan potensi riil yang dimiliki daerah.

Ia menilai ada sektor yang seharusnya bisa menjadi penopang utama pendapatan, namun belum dikelola secara maksimal.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu sektor yang disorot adalah pasar tradisional. Dari total 12 pasar yang tercatat di Kabupaten Serang, hanya 10 pasar yang beroperasi secara efektif. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, satu pasar sempat berhenti beroperasi akibat proses pembangunan, yakni Pasar Baros.

Baca Juga  Akhir Tahun 2025, Demokrat Kabupaten Serang Tancap Gas, Azwar Anas Bidik 6 Kursi DPRD di Pemilu 2029

“Waktu itu ada pasar yang tidak beroperasi, Pasar Baros. Informasinya per 5 Oktober atau sekitar 10 Oktober sudah mulai dipungut kembali,” ujar Supiyanto, Minggu, 21 Desember 2025.

Ia menjelaskan, aktifnya kembali Pasar Baros sebenarnya membuka peluang untuk meningkatkan PAD. Namun, waktu pemungutan yang tersisa pada tahun anggaran berjalan masih tergolong singkat. Kondisi tersebut membuat hasil yang diperoleh belum bisa maksimal dan masih bersifat uji coba.

Selain pasar, Komisi 3 DPRD juga menaruh perhatian pada kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil retribusi. Supiyanto mengatakan, DPRD telah menggelar sejumlah rapat evaluasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
DPRD Kabupaten Serang menyoroti lemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025. Sektor pasar, retribusi, dan parkir dinilai belum optimal dan berpotensi menahan laju pembangunan daerah.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru