PAD Kabupaten Serang 2025 Diduga Bocor di Banyak Sektor, DPRD Bongkar Masalah Pasar, Retribusi, hingga Parkir

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat memberikan keterangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2025.

i

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat memberikan keterangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2025.

“PKB itu bagi hasil provinsi. Sampai sekarang, opsen pajak belum sepenuhnya aktif,” jelasnya.

Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah menjadi terbatas. Oleh karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus menggali potensi retribusi yang sepenuhnya berada di bawah kewenangan kabupaten.

Salah satu sektor yang dinilai paling krusial adalah retribusi parkir. Supiyanto menyebut, pengelolaan parkir masih menyisakan banyak persoalan, baik dari sisi sistem, pengawasan, hingga potensi kebocoran pendapatan.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Retribusi parkir ini perlu didalami. Dari sistemnya, pengawasannya, sampai potensi kebocoran,” ujarnya.

Ia menilai, parkir di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan pelayanan publik dan fasilitas umum, seharusnya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD jika dikelola secara profesional dan transparan.

Baca Juga  Haul Syekh Kicili Bayun ke-338 Menggema di Cibodas Tanara, Warga Diajak Teladani Spirit Akhlak Ulama untuk Generasi Digital

Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang memastikan akan terus mengawal evaluasi PAD tahun 2025. Supiyanto berharap koordinasi antara DPRD, Bapenda, dan seluruh OPD penghasil PAD dapat diperkuat agar target pendapatan daerah dapat tercapai.

Menurutnya, PAD merupakan tulang punggung pembangunan daerah. Tanpa pendapatan yang kuat dan berkelanjutan, pemerintah daerah akan kesulitan membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.

“PAD ini adalah tulang punggung pembangunan. Pengelolaannya harus serius, terukur, dan berkelanjutan,” pungkas Supiyanto.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
DPRD Kabupaten Serang menyoroti lemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025. Sektor pasar, retribusi, dan parkir dinilai belum optimal dan berpotensi menahan laju pembangunan daerah.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru