Ketua Dewan Pengawas UIN SMH Banten Ruchman Basori menyampaikan arahan strategis pengembangan kampus dalam Rapat Kerja UIN SMH Banten di Tangerang, Rabu, 4 Februari 2026KILAS BANTEN – Kementerian Agama menegaskan bahwa masa depan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten tidak ditentukan oleh satu sosok atau satu kebijakan semata. Kejayaan kampus justru bergantung pada kemauan, keseriusan, dan komitmen bersama seluruh sivitas akademika.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengawas UIN SMH Banten, Ruchman Basori, saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja UIN SMH Banten yang digelar di Hotel Mercure, Tangerang, Rabu, 4 Februari 2026. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi pengembangan kampus ke depan.
“Kejayaan UIN SMH Banten sangat bergantung pada kemauan dan komitmen bersama dari seluruh komponen kampus,” kata Ruchman, Kamis, 5 Februari 2026.
Ruchman yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI menegaskan bahwa seluruh unsur kampus memiliki peran yang sama penting. Pimpinan universitas, dosen, hingga tenaga kependidikan harus bergerak searah dan saling menguatkan.
Menurut dia, perguruan tinggi akan sulit berkembang jika setiap unit bekerja sendiri-sendiri. Pola kerja sektoral yang mengedepankan kepentingan fakultas atau kelompok tertentu dinilai menjadi penghambat utama kemajuan institusi.
“Universitas tidak bisa dibangun dengan ego sektoral. Semua harus bergerak sebagai satu institusi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Dalam konteks nasional, Ruchman mengaitkan peran strategis UIN SMH Banten dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Target tersebut menuntut kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Ia menekankan bahwa kualitas dosen menjadi fondasi utama kekuatan universitas. Tanpa dosen yang kompeten dan memiliki semangat pengembangan diri, perguruan tinggi akan tertinggal dalam persaingan nasional maupun internasional.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa SDM unggul. UIN Banten juga tidak akan kuat jika dosennya tidak memiliki kompetensi dan kemauan untuk berkembang,” ujar Ruchman.
Mantan aktivis Gerakan Pemuda Ansor ini juga menyoroti peran pimpinan universitas yang dinilai sangat strategis. Pimpinan dituntut mampu menyatukan beragam kepentingan individu dan fakultas menjadi visi bersama sebagai universitas.
Selain itu, Ruchman mengungkapkan bahwa rasio lulusan doktor di Indonesia masih tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Kondisi ini, menurut dia, harus segera dikejar melalui perluasan akses pembiayaan pendidikan bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Agama melalui Puspenma menyediakan sejumlah skema pembiayaan pendidikan. Salah satunya adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang memberikan pembiayaan penuh untuk jenjang S1, S2, hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Tidak hanya beasiswa, Ruchman juga memaparkan adanya program pendanaan riset kolaboratif antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Agama. Program ini dikelola Puspenma dengan nilai pendanaan berkisar Rp500 juta hingga Rp2 miliar untuk setiap judul penelitian.
Ia mendorong dosen UIN SMH Banten untuk berani keluar dari pola riset berskala kecil. Riset besar dinilai lebih berdampak dan mampu menjawab kebutuhan kebijakan nasional serta dunia industri.
“Riset harus memberi manfaat nyata. Sudah saatnya dosen berani mengembangkan penelitian besar yang berdampak luas,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ruchman juga menyinggung pentingnya optimalisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurut dia, UIN SMH Banten harus memastikan akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu tetap terbuka, tanpa mengabaikan kualitas dan prestasi lulusan.
Menutup arahannya, Ruchman mengajak seluruh unsur kampus untuk bergerak secara serentak dan terencana. Ia menegaskan bahwa kejayaan UIN SMH Banten hanya dapat terwujud jika seluruh lini kampus terlibat aktif dan konsisten.
“Mulai hari ini, seluruh sumber daya harus dikerahkan. Program studi, pegawai, pimpinan, hingga dewan pengawas harus bergerak bersama agar kejayaan UIN Banten benar-benar terwujud,” pungkasnya.