PAD Kabupaten Serang 2025 Diduga Bocor di Banyak Sektor, DPRD Bongkar Masalah Pasar, Retribusi, hingga Parkir

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat memberikan keterangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2025.

i

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat memberikan keterangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2025.

Dalam rapat tersebut, DPRD membahas kinerja sekitar 15 OPD yang memiliki kontribusi terhadap PAD. OPD tersebut berasal dari berbagai sektor, seperti perikanan, pariwisata, olahraga, hingga hiburan.

Supiyanto mencontohkan sektor perikanan yang memiliki potensi dari aktivitas jual beli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Namun, tidak semua TPI berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Sebagian di antaranya menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Hal ini berdampak pada terbatasnya pendapatan yang bisa ditarik ke kas daerah.

“Kewenangan ini memengaruhi besaran retribusi yang bisa masuk ke PAD kabupaten,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah serupa juga terjadi di sektor persampahan dan jasa pelayanan. Supiyanto menyebut ada sektor retribusi tertentu yang ditargetkan mampu menyumbang pendapatan hingga Rp2 miliar. Namun, realisasi yang tercapai masih jauh dari harapan.

Baca Juga  Anggaran PU Melonjak Rp73 Miliar, DPRD Kabupaten Serang Bongkar Kejanggalan: Dana Banjir Dinilai Jauh dari Kebutuhan Riil

“Realisasinya masih di bawah Rp800 juta. Artinya baru sekitar 40 persen, bahkan belum sampai 50 persen dari target,” kata Supiyanto.

Di sisi lain, sektor pertambangan justru menunjukkan tren yang lebih positif. Berdasarkan estimasi, potensi PAD dari sektor ini bisa mencapai Rp1,2 miliar. Hingga awal April 2025, realisasi pendapatannya disebut sudah menembus angka Rp1 miliar.

Meski ada sektor yang menunjukkan kinerja baik, Supiyanto menegaskan bahwa persoalan PAD Kabupaten Serang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan reduksi pendapatan. Salah satunya berasal dari mekanisme bagi hasil pajak provinsi.

Menurutnya, kabupaten dan kota tidak memiliki kewenangan penuh atas sejumlah sumber pendapatan strategis. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), misalnya, masih menjadi skema bagi hasil dari pemerintah provinsi.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
DPRD Kabupaten Serang menyoroti lemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025. Sektor pasar, retribusi, dan parkir dinilai belum optimal dan berpotensi menahan laju pembangunan daerah.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru