Nasional

Rektor UIN Banten Beri Instruksi Tegas, Mahasiswa Kukerta Internasional di Filipina Wajib Catat Semua Pengalaman

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, memberikan arahan kepada tiga mahasiswa peserta Kukerta Internasional sebelum keberangkatan menuju Filipina.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, memberikan arahan kepada tiga mahasiswa peserta Kukerta Internasional sebelum keberangkatan menuju Filipina.

KILAS BANTEN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menyampaikan pesan penting kepada tiga mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Internasional di Filipina.

Ia menegaskan agar seluruh peserta mendokumentasikan setiap pengalaman selama menjalankan pengabdian masyarakat dalam sebuah log book yang disusun secara sistematis.

Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan peserta Kukerta Internasional menjelang keberangkatan ke Filipina.

Menurut Prof Ishom, setiap aktivitas yang dijalani mahasiswa di lapangan memiliki nilai pembelajaran yang sangat berharga sehingga tidak boleh dibiarkan hilang tanpa dokumentasi.

“Catatlah semua pengalaman selama menjalani Kukerta dalam log book. Mungkin kelihatannya remeh, tetapi hal-hal yang kalian catat bisa jadi penting diketahui orang lain. Pengalaman di lapangan merupakan pengetahuan yang sangat berharga dan dapat menjadi inspirasi maupun bahan pembelajaran bagi banyak pihak,” ujar Prof Ishom, Rabu, 5 Agustus 2026.

BI Banten Gandeng Media Banten Jawara, Narasi Positif Disiapkan untuk Banjiri Investasi dan Percepat Pertumbuhan Ekonomi 2026

Tiga Mahasiswa Terpilih Ikuti Program Internasional

Tiga mahasiswa yang dipercaya mengikuti program Kukerta Internasional tahun ini berasal dari program studi yang berbeda. Mereka adalah Mizan Al Haq Al Faiz dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Genta Faza Al Nugeraha dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Raihan Haidar dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI).

Ketiganya akan menjalankan pengabdian kepada masyarakat di Filipina sekaligus memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional. Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan global.

Prof Ishom meminta seluruh peserta disiplin mencatat setiap kegiatan, tantangan, solusi, hingga pelajaran yang diperoleh selama berada di lokasi pengabdian. Ia menilai kebiasaan menulis akan membantu mahasiswa melakukan refleksi terhadap setiap pengalaman yang mereka hadapi.

Log Book Jadi Referensi Mahasiswa Berikutnya

Fakta Baru Sidang Sengketa Lahan Rancapinang Pandeglang Terungkap, Saksi Sebut Warga Dipaksa Teken Dokumen dan Difoto Bertuliskan “Lunas”

Menurut Rektor, log book tidak hanya menjadi catatan pribadi. Dokumen tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi bagi sivitas akademika maupun mahasiswa yang akan mengikuti program serupa pada masa mendatang.

Melalui dokumentasi yang lengkap, pengalaman di lapangan dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi pengabdian masyarakat di tingkat internasional. Catatan tersebut juga dapat memperkaya pengetahuan akademik mengenai praktik pengabdian lintas negara.

Prof Ishom berharap mahasiswa mampu menyusun dokumentasi secara runtut sehingga pengalaman selama di Filipina tidak berhenti sebagai kenangan pribadi, tetapi berkembang menjadi bahan pembelajaran yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Jaga Nama Baik Kampus di Tingkat Internasional

Selain menekankan pentingnya dokumentasi, Rektor juga mengingatkan peserta agar menjaga nama baik UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten selama berada di luar negeri.

Menag Nasaruddin Umar Resmi Buka KKN Nusantara 2026 di UIN Banten, Mahasiswa Diminta Belajar dari Kearifan Baduy

Ia meminta mahasiswa menunjukkan sikap profesional, memegang teguh etika akademik, serta menghormati budaya, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat Filipina.

Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat setempat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pengabdian.

Sikap terbuka, saling menghargai, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dinilai akan mencerminkan nilai-nilai Islam yang moderat sekaligus memperkuat citra positif UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di tingkat internasional.

Perkuat Internasionalisasi Kampus

Program Kukerta Internasional merupakan bagian dari strategi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di luar negeri. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata menghadapi perbedaan budaya, pola komunikasi, hingga cara hidup masyarakat di negara lain.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan adaptasi, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kepekaan sosial mahasiswa. Kompetensi itu menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja maupun menjalankan pengabdian kepada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap program ini melahirkan lulusan yang memiliki daya saing internasional tanpa meninggalkan nilai akademik dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Keberangkatan tiga mahasiswa ke Filipina juga menjadi bukti komitmen kampus dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.

Melalui log book yang disusun selama menjalankan Kukerta Internasional, setiap proses pembelajaran di lapangan diharapkan dapat menjadi referensi, inspirasi, sekaligus praktik baik bagi mahasiswa lain yang akan mengikuti program serupa pada tahun-tahun mendatang.***

× Advertisement
× Advertisement