Nasional

LPJ PBNU Diterima, Tapi PCNU Kota Serang Beberkan Catatan Kritis! Soroti Dukungan Daerah hingga Gesekan Internal NU

×

LPJ PBNU Diterima, Tapi PCNU Kota Serang Beberkan Catatan Kritis! Soroti Dukungan Daerah hingga Gesekan Internal NU

Sebarkan artikel ini
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi bersama jajaran pengurus mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35 di Jombang dan menyampaikan sejumlah catatan terhadap LPJ PBNU.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang KH Saifun Nawasi bersama jajaran pengurus mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35 di Jombang dan menyampaikan sejumlah catatan terhadap LPJ PBNU.

KILAS BANTEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang menyatakan menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipaparkan dalam Sidang Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jumat (28/8/2026). Meski menerima laporan tersebut, PCNU Kota Serang menegaskan masih ada sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian kepengurusan PBNU pada periode mendatang.

Catatan itu mencakup penguatan dukungan terhadap kepengurusan NU di tingkat wilayah, cabang, hingga Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri. Selain itu, mereka juga menilai soliditas internal organisasi harus terus diperkuat agar perjalanan organisasi semakin efektif dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih PBNU di bawah kepemimpinan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Menurutnya, salah satu pencapaian paling menonjol selama masa kepengurusan tersebut ialah keberhasilan melakukan transformasi digital dalam tata kelola organisasi.

Ia mengatakan digitalisasi telah membawa banyak perubahan positif. Penyebaran informasi menjadi lebih cepat, koordinasi antarpengurus semakin mudah, dan pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama juga mengalami peningkatan.

KH Saifun berharap program digitalisasi tidak berhenti pada kepengurusan saat ini. Menurutnya, inovasi tersebut harus terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dan dapat dirasakan seluruh struktur organisasi.

“Berbagai inovasi tersebut dapat terus dikembangkan pada periode mendatang, bersamaan dengan penguatan dukungan kepada kepengurusan di tingkat wilayah, cabang, maupun luar negeri sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh elemen Nahdlatul Ulama,” ujar KH Saifun, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, Katib Syuriyah PCNU Kota Serang, Haji Ucu Syuhada, mengungkapkan dirinya bersama Wakil Rais Syuriyah KH Hisni Rifai, Ketua Tanfidziyah KH Saifun Nawasi dan Sekretaris Tanfidziyah Akbarudin mengikuti seluruh proses penyampaian LPJ PBNU sejak awal hingga akhir sidang.

Menurut Ucu, mayoritas peserta Muktamar NU ke-35 dari berbagai daerah menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan PBNU cukup komprehensif dan menggambarkan berbagai program yang telah dijalankan selama masa kepengurusan.

Baca Juga  Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

“Alhamdulillah, kami menyimak laporan pertanggungjawaban PBNU dari awal sampai akhir. Sebagian besar peserta dari berbagai zona juga menyatakan menerima karena laporan yang disampaikan memang sangat baik,” katanya.

Meski demikian, Ucu menegaskan bahwa penerimaan LPJ tidak berarti seluruh program telah berjalan sempurna. Ia menilai masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu menjadi fokus kepengurusan berikutnya.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian ialah perlunya dukungan yang lebih kuat kepada pengurus NU di daerah. Menurutnya, PBNU diharapkan mampu membuka lebih banyak akses kemitraan dengan pemerintah maupun sektor swasta agar berbagai program pemberdayaan organisasi dapat berjalan lebih optimal.

Ia menjelaskan, masih ada sejumlah PCNU di berbagai daerah yang belum memiliki kantor sendiri. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius melalui kerja sama strategis sehingga pembangunan sarana organisasi dapat segera diwujudkan.

“Kami berharap PBNU bisa membuka lebih banyak peluang kerja sama yang dapat menghidupkan jam’iyah dan jamaah. Dukungan kepada daerah juga perlu diperkuat, terutama bagi cabang yang masih memiliki keterbatasan,” ujarnya.

Selain persoalan kelembagaan, Ucu juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di lingkungan internal Nahdlatul Ulama. Ia berharap dinamika organisasi yang selama ini memunculkan gesekan akibat perbedaan kepentingan dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Menurutnya, seluruh pengurus harus menempatkan semangat pengabdian dan keikhlasan sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan begitu, NU akan semakin solid dan mampu menjalankan perannya di tengah masyarakat.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi gesekan internal. Khidmat kepada NU harus benar-benar didasarkan pada keikhlasan sehingga organisasi semakin kuat,” tegasnya.

Di penghujung keterangannya, Ucu berharap Muktamar NU ke 35 menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan organisasi. Berbagai capaian yang telah diraih PBNU diharapkan dapat dipertahankan, sementara kekurangan yang masih ada harus segera diperbaiki. Langkah tersebut dinilai penting agar Nahdlatul Ulama semakin kokoh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi jam’iyah, jamaah, dan masyarakat.***