Banten

Tembus Panen 1,7 Juta Ton, Wagub Dimyati Bongkar Strategi Ketahanan Pangan Banten di Depan Sespimti Polri

×

Tembus Panen 1,7 Juta Ton, Wagub Dimyati Bongkar Strategi Ketahanan Pangan Banten di Depan Sespimti Polri

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat memaparkan materi ketahanan pangan di hadapan peserta Sespimti Polri di Kota Serang.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat memaparkan materi ketahanan pangan di hadapan peserta Sespimti Polri di Kota Serang.

KILAS BANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membeberkan sejumlah strategi krusial terkait penguatan program Ketahanan Pangan Banten di hadapan para perwira kepolisian.

Pemaparan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah kepada puluhan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kegiatan penyampaian materi Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) ini berlangsung di Ruang Kerja Wagub, kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Dimyati menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mengamankan rantai pasok komoditas dari hulu hingga hilir agar harga pasar tetap stabil secara berkelanjutan.

“Salah satunya adalah melalui optimalisasi peran Satgas Pangan di daerah,” kata Dimyati.

Menurut Dimyati, satuan tugas tersebut memiliki peran vital dalam mengawasi seluruh tahapan regulasi mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, hingga pendistribusian bahan pokok.

“Jika semuanya sudah sesuai dengan aturan yang ada, insyaallah ketersediaan pangan kita akan selalu aman,” tegasnya.

Selain pengetatan pengawasan distribusi, Pemprov Banten juga tengah berfokus membangun jaringan infrastruktur irigasi strategis bersama jajaran pemerintah pusat.

Baca Juga  Wagub Banten: Sensus Ekonomi 2026, Data Asli Jadi Penentu Nasib Kebijakan

Penyediaan sarana pengairan buatan tersebut ditargetkan mampu memacu frekuensi masa tanam para petani hingga mencapai tiga kali dalam kurun waktu satu tahun.

“Termasuk, kami juga terus merawat wilayah-wilayah sumber resapan air di daerah hulu,” ujar Dimyati.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten M. Nasir turut memaparkan angka capaian total panen wilayahnya yang menembus 1,7 juta ton pada tahun lalu.

Kata Nasir, tingkat produktivitas lahan pertanian padi daerah saat ini tercatat stabil berada di kisaran angka enam hingga tujuh ton per hektare.

Ia memastikan bahwa instansinya akan terus mendorong para petani lokal untuk mengadopsi teknologi pertanian modern dan menggunakan varietas bibit unggul.

“Jika metode ini bisa diterapkan secara menyeluruh, produktivitas padi kita berpotensi naik secara drastis,” papar Nasir.

Untuk memenuhi kebutuhan komoditas silang seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih, instansi ini secara aktif menjalin Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan wilayah produsen.

“Demi memastikan harga di pasar tetap stabil, kami juga menyubsidi biaya angkutnya,” ujar Nasir.