Nasional

Kemah Kebangsaan PIONIR Bentengi Pelajar dari Judi Online, Narkoba, hingga Hoaks

×

Kemah Kebangsaan PIONIR Bentengi Pelajar dari Judi Online, Narkoba, hingga Hoaks

Sebarkan artikel ini
Peserta Kemah Kebangsaan PIONIR mengikuti kegiatan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, sebagai upaya memperkuat nasionalisme sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai ancaman di era digital.
Peserta Kemah Kebangsaan PIONIR mengikuti kegiatan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, sebagai upaya memperkuat nasionalisme sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai ancaman di era digital.

KILAS BANTEN – Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (PIONIR) menggelar Kemah Kebangsaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di kalangan pelajar melalui pendidikan kebangsaan dan aktivitas luar ruangan yang bersifat edukatif.

Program ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga negara, di antaranya Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Para peserta memperoleh materi mengenai pentingnya menjaga persatuan, memahami nilai-nilai Pancasila, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang dihadapi generasi muda.

Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri, Komjen Pol Dedy Kusuma Bakti, mengatakan Kemah Kebangsaan merupakan bagian dari upaya membentuk karakter pelajar agar memiliki rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

“Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, memperkuat rasa persaudaraan, serta membentuk karakter pelajar yang peduli terhadap masa depan bangsa,” ujar Komjen Pol Dedy Kusuma Bakti, Jumat, 23 Oktober 2026.

Selain memperkuat wawasan kebangsaan, Dedy juga mengingatkan para pelajar agar mampu menghadapi tantangan di era digital.

Menurutnya, berbagai ancaman seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran antarpelajar, hingga penyebaran berita bohong di media sosial harus diwaspadai sejak dini.

Ia menilai masa remaja merupakan periode yang sangat rentan terhadap pengaruh negatif. Oleh karena itu, pelajar perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi dengan baik, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan.

Baca Juga  PCNU Kota Serang Serukan Nahdliyin Bersatu Usai Muktamar ke-35, Dukung Kepemimpinan Baru PBNU

“Karena di usia remaja seperti ini sangat rentan sekali terpengaruh oleh segala bentuk yang bersifat negatif seperti judi online, penggunaan narkoba, tawuran pelajar, dan menanggapi segala bentuk berita hoaks yang berkeliaran di media sosial,” jelasnya.

Selama pelaksanaan kemah, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa saling menghormati. Konsep pembelajaran di alam terbuka dipilih agar para pelajar memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan nilai kebersamaan, kepemimpinan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PIONIR, Hanif, menegaskan bahwa Kemah Kebangsaan bukan sekadar ajang berkumpul bagi pelajar dari berbagai daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan dan menjadikannya sebagai bekal untuk berkontribusi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Melalui Kemah Kebangsaan ini, Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hanif.

Melalui Kemah Kebangsaan di Cibubur, PIONIR berharap lahir generasi muda yang berkarakter kuat, memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi persatuan, serta siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembinaan seperti ini dinilai menjadi langkah strategis untuk membentengi pelajar dari berbagai ancaman sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.***