Banjir Kepung Kabupaten Serang, Pernyataan Singkat Bupati Zakiyah Jadi Sorotan Publik

Kilas Banten
18 Des 2025 22:05
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang kembali menyorot respons pemerintah daerah. Di saat warga berjibaku dengan genangan air yang masuk ke rumah, pernyataan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, justru memicu perhatian publik karena dinilai belum mencerminkan kondisi darurat di lapangan.

Saat ditemui awak media, Bupati Zakiyah mengaku baru menerima laporan banjir di satu kecamatan. Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri pelantikan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Kamis, 18 Desember 2025.

“Hari ini saya baru dengar satu kecamatan,” kata Zakiyah singkat kepada wartawan.

Ucapan tersebut langsung menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga, banjir tidak hanya terjadi di satu wilayah. Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga di Kecamatan Padarincang, Cinangka, dan Gunung Sari. Air mengalir ke dalam rumah, merusak perabot, serta memutus akses jalan di beberapa titik.

Di Padarincang, warga menyebut air naik dengan cepat setelah hujan deras mengguyur sejak beberapa hari terakhir. Kondisi serupa juga terjadi di Cinangka dan Gunung Sari. Sejumlah ruas jalan desa tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas warga pun lumpuh.

Situasi ini memunculkan pertanyaan soal sistem pelaporan dan koordinasi kebencanaan di tingkat daerah. Banyak pihak menilai alur informasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan pimpinan daerah belum berjalan maksimal. Informasi yang tidak terdistribusi dengan cepat dikhawatirkan menghambat penanganan darurat.

Menanggapi kritik tersebut, Bupati Zakiyah menyatakan pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipasi. Ia menyebut BPBD sudah diturunkan ke lapangan untuk memantau kondisi banjir.

Namun, Zakiyah tidak menjelaskan secara rinci wilayah mana saja yang telah ditangani maupun bentuk tindakan konkret yang dilakukan.

Banjir meluas di Kabupaten Serang merendam ratusan rumah warga. Pernyataan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah soal laporan banjir menuai kritik di tengah kondisi darurat dan kebutuhan penanganan cepat.

Banjir meluas di Kabupaten Serang merendam ratusan rumah warga. Pernyataan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah soal laporan banjir menuai kritik di tengah kondisi darurat dan kebutuhan penanganan cepat.

“Sudah dalam tahap antisipasi,” ujar Zakiyah.

Pernyataan itu kembali menuai perhatian karena dianggap terlalu umum. Di tengah kondisi darurat, warga membutuhkan kejelasan mengenai evakuasi, bantuan logistik, dan penanganan kesehatan. Informasi teknis dinilai penting agar masyarakat mengetahui langkah yang diambil pemerintah.

Ketika awak media menanyakan kesiapan bantuan bagi warga terdampak, jawaban yang disampaikan kembali singkat. Bupati tidak menyebutkan jadwal pendistribusian maupun skema bantuan yang akan diberikan.

“Ya, nanti. Nanti insyaallah kita lihat,” ucapnya.

Jawaban tersebut dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Sejumlah warga mengaku masih bertahan di rumah meski air menggenang. Mereka khawatir meninggalkan rumah karena takut air kembali naik atau terjadi pencurian. Di sisi lain, kebutuhan dasar mulai menipis.

Warga di beberapa titik banjir mengeluhkan kesulitan mendapatkan makanan siap saji, air bersih, dan layanan kesehatan. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Hingga Kamis malam, hujan masih mengguyur wilayah Kabupaten Serang dengan intensitas tinggi.

Secara geografis, beberapa kecamatan di Kabupaten Serang memang rawan banjir. Curah hujan tinggi yang tidak diimbangi dengan sistem drainase memadai membuat air mudah meluap. Aliran sungai kecil dan saluran air yang tersumbat turut memperparah genangan.

BPBD Kabupaten Serang sebelumnya mengingatkan potensi banjir susulan jika hujan terus turun. Warga di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika kondisi memburuk. Namun, hingga kini, kepastian penanganan dan bantuan dari pemerintah daerah masih dinantikan.