KILAS BANTEN – Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Meskipun memiliki skema gaji yang berbeda dengan pegawai penuh waktu, pemerintah memastikan bahwa hak perlindungan sosial bagi PPPK Paruh Waktu tidak dibedakan.
Berdasarkan amanat Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023, seluruh PPPK Paruh Waktu yang memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) secara resmi berhak mendapatkan lima jaminan sosial yang komprehensif, mulai dari jaminan kesehatan hingga jaminan pensiun.
Lima Pilar Perlindungan Sosial Status PPPK Paruh Waktu seringkali dipandang sebelah mata karena nominal gaji yang mungkin lebih kecil dibandingkan pegawai penuh waktu.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, nilai dari status ini tidak hanya terletak pada pendapatan bulanan, melainkan pada kepastian jaminan sosial yang diberikan negara.
Pemerintah telah menyiapkan “lima lapis proteksi” yang menjadi hak mutlak bagi setiap pegawai yang telah mengantongi NIP. Kelima jaminan tersebut adalah:
1. Jaminan Kesehatan: Perlindungan medis selama aktif bekerja.
2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Proteksi terhadap risiko kecelakaan saat bertugas.
3. Jaminan Kematian (JKM): Santunan bagi ahli waris jika pegawai meninggal dunia.
4. Jaminan Pensiun: Jaminan penghasilan bulanan setelah purnatugas.
5. Jaminan Hari Tua (JHT): Tabungan yang dapat dicairkan saat memasuki masa pensiun.
Tiga jaminan pertama berfungsi sebagai payung pelindung saat pegawai masih aktif mengabdi, sedangkan dua jaminan terakhir (Pensiun dan Hari Tua) merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan di masa tua.
Penulis : Taman
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















