Pelatihan Rajut di Banten Ramai, Tinawati Andra Soni Bidik Ribuan Emak-emak Jadi Pengusaha Kreatif

Kilas Banten
21 Mei 2026 10:00
Banten 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Upaya mencetak wirausaha baru terus digencarkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten. Salah satu langkah yang kini menjadi sorotan ialah pelatihan merajut bagi perempuan dan generasi muda di Kota Serang yang dinilai mampu membuka peluang usaha rumahan dengan potensi keuntungan menjanjikan.

 

Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan pelatihan keterampilan menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga jika dibekali kemampuan usaha yang tepat.

 

Pelatihan tersebut digelar melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Wirausaha Baru Membuat Kerajinan Tangan dari Benang Rajut. Program itu terlaksana berkat kerja sama Dekranasda dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten.

 

Kegiatan berlangsung di Kampung Tanjung Udik, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Puluhan peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan yang difokuskan pada pengembangan keterampilan merajut sebagai peluang usaha ekonomi kreatif.

 

Tinawati menilai keterampilan merajut bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Ia menyebut produk kerajinan tangan saat ini memiliki pasar yang terus berkembang dan diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

 

“Artinya kita dorong juga para ibu rumah tangga untuk dapat membersamai anak-anak di rumah terkait dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Tinawati, Kamis, 21 Mei 2026.

 

Menurut dia, usaha berbasis kerajinan tangan dapat menjadi solusi ekonomi rumahan yang fleksibel bagi perempuan. Selain bisa dikerjakan dari rumah, produk rajut juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi apabila dikembangkan secara serius.

 

Tinawati berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan kelompok usaha baru yang nantinya bisa dibina secara berkelanjutan. Pembinaan itu mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi desain, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional.

 

Ia menegaskan pelaku usaha kecil perlu terus didorong agar menghasilkan produk kreatif dengan identitas lokal khas Banten. Produk lokal dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang jika dikemas secara menarik dan mengikuti kebutuhan pasar.

 

Dalam kesempatan itu, Tinawati juga menyinggung potensi ekonomi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 di Provinsi Banten. Menurutnya, agenda nasional tersebut dapat menjadi momentum emas bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar.

 

“Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 yang akan dilaksanakan di Provinsi Banten, membuka peluang yang terbaik buat para pelaku usaha seperti ibu rumah tangga,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Banten, Iwan Hermawan, menyebut produk rajutan memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Ia mengatakan sektor kerajinan tangan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Banten.

 

Menurut Iwan, pelatihan itu merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif baru di daerah.

 

“Sehingga akan terus tumbuh. Meskipun tidak semua peserta nantinya menekuni kegiatan ekonomi kreatif, beberapa di antaranya akan berkembang seiring berjalannya waktu,” ujar Iwan.

 

Ia menambahkan, keterampilan merajut bisa menjadi kegiatan produktif yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif agar pemerataan ekonomi masyarakat berjalan lebih optimal.

 

“Alhamdulillah, hari ini luar biasa karena Ibu Tinawati Andra Soni hadir langsung memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat, bahkan ikut serta dalam pelatihan merajut,” katanya.

 

Pelatihan tersebut turut melibatkan komunitas Saung Rajut Banten (Saraba), komunitas kerajinan sekaligus pusat kursus merajut di Kota Serang yang fokus pada pemberdayaan perempuan. Selama ini, Saraba dikenal aktif menghasilkan berbagai produk khas Banten seperti tas rajut, sarung bantal, aksesori bayi hingga kipas rajut.

 

Produk-produk hasil komunitas itu juga kerap dipamerkan dalam berbagai agenda Dekranasda Provinsi Banten. Kehadiran komunitas lokal dinilai menjadi bukti bahwa usaha kerajinan tangan memiliki peluang berkembang menjadi sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan.

 

Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak perempuan di Banten mampu mandiri secara ekonomi melalui usaha kreatif berbasis keterampilan rumahan. Selain memperkuat ekonomi keluarga, langkah itu juga dinilai mampu membuka lapangan usaha baru di tengah masyarakat.***