Kirab Budaya Lintas Iman di Kota Serang Satukan Ramadan dan Imlek, FKUB–UIN SMH Banten Resmi Kerjasama

Kilas Banten
15 Feb 2026 22:58
Serang 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Kota Serang kembali menegaskan komitmennya sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi. Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Serang menggelar Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah dan Imlek 2577/2026 Masehi. Pada momentum yang sama, FKUB Kota Serang dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat moderasi beragama.

 

Kegiatan bertajuk Kirab Budaya Lintas Iman tersebut digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Banten. Sejak pagi, ribuan warga dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya memadati lokasi acara. Mereka mengikuti rangkaian kirab dan pentas seni dengan antusias.

 

Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut kirab budaya sebagai ruang perjumpaan nyata antarumat beragama.

 

“Momentum ini sangat penting untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di Kota Serang,” ujar KH Matin.

 

Ia menilai keberagaman adalah kekuatan utama masyarakat. Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Karena itu, FKUB menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat agar toleransi tumbuh melalui pengalaman bersama.

 

KH Matin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan bahwa kebersihan merupakan bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Menjaga kebersihan adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” katanya.

 

Kirab Budaya Lintas Iman tidak hanya menampilkan ragam seni dan budaya. Acara ini juga menjadi panggung kolaborasi kelembagaan. FKUB Kota Serang dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sepakat menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan MoU.

 

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr Ali Muhtarom, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan kirab budaya dan penguatan toleransi lintas suku, etnis, dan agama menjadi fondasi penting dalam merawat harmoni sosial.

 

“Kegiatan ini menjadi modal dasar bagi Pemerintah Kota Serang bersama FKUB dalam merawat harmoni di tengah keberagaman,” ujarnya.

 

Ali menekankan pentingnya toleransi aktif. Ia mengingatkan bahwa toleransi tidak boleh berhenti pada diskusi atau slogan. Toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang melibatkan masyarakat luas.

 

“Kalau toleransi hanya dibicarakan tanpa implementasi, itu pasif. Yang kita butuhkan adalah praktik toleransi aktif, seperti yang dilakukan hari ini,” tegasnya.

 

Menurutnya, Kota Serang dapat menjadi miniatur Banten bahkan Indonesia dalam praktik moderasi beragama. Model kirab budaya lintas iman ini dinilai layak menjadi contoh bagi FKUB di daerah lain.

 

“Ini bisa menjadi role model. Harmoni harus dibuktikan dalam kegiatan nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

 

Ali menjelaskan, MoU antara FKUB dan UIN SMH Banten akan ditindaklanjuti oleh berbagai unit di lingkungan kampus. UIN memiliki pusat moderasi beragama yang bertugas membumikan nilai toleransi, tasamuh, dan kebangsaan.

 

Program tersebut sejalan dengan visi FKUB dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Serang. Implementasi kerja sama akan mencakup kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penguatan wawasan kebangsaan.

 

“Implementasinya dilakukan di tingkat unit. Banyak program yang bisa disinergikan untuk penguatan keberagaman dan harmoni masyarakat,” jelasnya.

 

Kerja sama ini juga membuka peluang pelatihan kader penggerak kebangsaan serta penguatan ideologi Pancasila. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung program Pemerintah Kota Serang dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kerukunan warga.

 

Kendati demikian, Ketua Rumah Moderasi Beragama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Salim Rosyadi, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kirab Seni dan Budaya tersebut.

 

Ia menilai kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan indeks toleransi, khususnya di Provinsi Banten.

 

Menurut Salim, kolaborasi antara perguruan tinggi dan FKUB merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang inklusif dan berwawasan kebangsaan.

 

“MoU ini bisa meningkatkan kerja sama dalam bentuk kegiatan yang berdampak nyata, terutama di Kota Serang,” ujarnya.

 

Salim menambahkan, UIN Banten siap memperluas ruang kolaborasi ke depan. Salah satu fokus utama adalah penguatan moderasi beragama di lingkungan pondok pesantren.

 

“Moderasi beragama harus dimasifkan, terutama di pesantren. Ini penting untuk memperkuat pemahaman kebangsaan dan toleransi,” katanya.

 

Kirab Budaya Lintas Iman menjadi bukti bahwa toleransi dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat. FKUB Kota Serang dan UIN SMH Banten menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.