KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan hingga mencapai 7,05 persen pada tahun 2027. Target tersebut menjadi bagian dari langkah serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas generasi muda sejak usia dini.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan penanganan stunting kini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, persoalan stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Penanganan stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Benyamin Davnie, Jumat, 8 Mei 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Tangsel memperkuat berbagai program intervensi kesehatan dan gizi. Pemerintah fokus pada pemenuhan nutrisi ibu hamil dan balita, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penguatan layanan kesehatan melalui posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.
Pemerintah daerah menilai upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan. Pemenuhan asupan gizi yang baik pada ibu hamil dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada anak.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkot Tangsel juga mengedepankan pendekatan berbasis data dalam menjalankan program penanganan stunting. Langkah itu dilakukan agar seluruh intervensi yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















