SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional

Heboh Awak Pesawat Kini Melek Saham, BEI Gandeng Garuda hingga AirAsia Dorong Investasi Legal

Perwakilan awak pesawat menerima pin Aku Investor Saham dalam peluncuran program edukasi investasi pasar modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026
Perwakilan awak pesawat menerima pin Aku Investor Saham dalam peluncuran program edukasi investasi pasar modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026

KILAS BANTEN – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menggandeng sejumlah perusahaan penerbangan nasional dalam program bertajuk Awak Pesawat Investor Saham. Program tersebut diluncurkan di Main Hall BEI, Jakarta, sebagai langkah memperluas edukasi pasar modal kepada pekerja industri aviasi di Indonesia.

 

Kolaborasi itu melibatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Citilink Indonesia, PT AirAsia Indonesia Tbk, dan PT Jaya Trishindo Tbk. Program ini juga mendapat dukungan dari PT Korea Investment Sekuritas Indonesia serta PT Phintraco Sekuritas.

 

Peluncuran program Awak Pesawat Investor Saham menjadi bagian dari pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026. Melalui program tersebut, BEI ingin mendorong pekerja sektor penerbangan agar lebih memahami pengelolaan keuangan dan investasi yang aman, legal, serta terukur.

KH Matin Syarkowi Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara, Tegaskan Hukum Harus Berlaku Tanpa Pandang Bulu

 

Pelaksana tugas sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan industri aviasi memiliki potensi besar dalam pengembangan investor pasar modal di Indonesia. Menurutnya, pekerja di sektor penerbangan perlu memiliki pemahaman investasi untuk mempersiapkan masa depan finansial mereka.

 

“Melalui program Awak Pesawat Investor Saham, kami ingin mendorong pekerja industri aviasi agar memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik, mempersiapkan masa depan dan masa pensiun, serta terhindar dari investasi ilegal,” ujar Jeffrey, Kamis, 21 Mei 2026.

 

Pemuda Banten Bersatu Desak Panglima TNI Tarik Personel dari Polda Metro Jaya, Tegaskan Penegakan Hukum Tak Boleh Diintervensi

Ia menambahkan, edukasi mengenai investasi legal menjadi penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pasar modal.

 

Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu pekerja memilih instrumen investasi sesuai tujuan keuangan masing-masing.

 

“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” katanya.

Rekonstruksi Ilmu Ushuluddin, Dekan FUSPI UIN Banten Tegaskan Kampus Harus Hadir Selesaikan Konflik Sosial

 

BEI mencatat pertumbuhan investor pasar modal Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Hingga 30 April 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 26.486.735 Single Investor Identification (SID). Angka tersebut tumbuh 30,17 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025.

 

Sementara itu, jumlah investor saham tercatat mencapai 9.562.675 SID atau meningkat 11,14 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi.

 

BEI kini terus memperluas jangkauan edukasi investasi ke berbagai sektor profesi. Setelah menyasar kalangan mahasiswa, komunitas, hingga pekerja kantoran, kini industri aviasi menjadi fokus baru dalam penguatan literasi keuangan nasional.

 

Program Awak Pesawat Investor Saham juga menjadi upaya memperkuat inklusi keuangan di lingkungan pekerja penerbangan. Profesi seperti pilot, pramugara, pramugari, hingga personel operasional penerbangan diharapkan dapat memahami investasi saham secara lebih mendalam.

 

Dalam seremoni peluncuran program, BEI melakukan penyematan pin logo Aku Investor Saham kepada perwakilan pekerja industri aviasi. Simbol tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan edukasi investasi di lingkungan perusahaan penerbangan.

 

Kegiatan itu juga diisi dengan penyerahan cendera mata kepada pimpinan perusahaan aviasi yang terlibat dalam program kolaborasi tersebut. Selain itu, dilakukan pula dukungan simbolis pembukaan rekening investasi bagi pekerja sektor penerbangan.

 

BEI memastikan program edukasi pasar modal akan dilakukan secara berkelanjutan. Materi pelatihan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan internal masing-masing perusahaan.

 

Edukasi investasi akan dilakukan melalui berbagai metode. Mulai dari kegiatan tatap muka di lingkungan perusahaan dan Gedung BEI hingga pelatihan daring melalui platform digital.

 

Program ini ditargetkan mampu menjangkau ribuan pekerja industri aviasi secara bertahap. BEI berharap kolaborasi bersama perusahaan, institusi, komunitas, dan asosiasi dapat memperluas pemahaman investasi masyarakat Indonesia.

 

Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal sekaligus menekan maraknya praktik investasi ilegal yang masih kerap menyasar masyarakat dari berbagai profesi.***

× Advertisement
× Advertisement