Anak Putus Sekolah Gara-Gara Dibully Tak Jajan, Dindikbud Kota Serang Siapkan Uang Saku Rp500 Ribu Sebulan

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dindikbud Kota Serang

i

Dindikbud Kota Serang

KILAS BANTEN – Dindikbud Kota Serang mengungkap tabir sebuah luka sosial yang dalam, di balik data anak putus sekolah di Kota Serang.

Bukan sekadar tak mampu membayar SPP, banyak anak terpaksa berhenti menuntut ilmu karena tak kuat menanggung malu dan perundungan (bullying) dari teman-temannya, hanya karena tak punya uang untuk sekadar jajan di kantin.

Fakta memilukan ini menjadi pukulan telak yang dijawab langsung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dengan gebrakan kebijakan masif.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak tanggung-tanggung, Pemkot menyiapkan dua jurus andalan yakni uang saku bulanan sebesar Rp500.000 per siswa dan alokasi anggaran fantastis Rp16 miliar untuk pengadaan seragam gratis.

Langkah ini menegaskan keseriusan Pemkot dalam memerangi akar kemiskinan yang menghalangi hak anak untuk belajar, sekaligus menjadi bagian dari realisasi visi Kota Serang Madani yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga  Resmi Dilantik, Fatayat NU Kota Serang, Perempuan Muda Nahdliyin Siap Menggerakkan Perubahan Sosial 2025–2030

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, TB Suherman, menyebut langkah awal telah membuahkan hasil dengan kembalinya 153 anak ke bangku sekolah.

“Ketika mereka putus sekolah karena tidak punya uang jajan, kita usahakan melalui BJB dikasih dana tabungan Rp500.000 per siswa,” kata Suherman, Senin 11 Agustus 2025.

Menurut Suherman, intervensi ini dirancang setelah timnya turun langsung ke lapangan dan menemukan tiga lapisan masalah yang saling terkait.

Pertama adalah kemiskinan struktural, di mana orang tua benar-benar tidak sanggup memberikan uang saku. Kedua, yang lebih menyakitkan, adalah dampak sosial dari kemiskinan itu.

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Banten: Sensus Ekonomi 2026, Data Asli Jadi Penentu Nasib Kebijakan
Petugas Rutan Kelas IIB Serang Gagalkan Penyelundupan 720 Butir Antimo, Modus Pengunjung Terendus
NU Kecamatan Curug Resmi Dilantik, Pemkot Serang Tegaskan Peran Strategis untuk Ubah Wajah Sosial Masyarakat
Teror Tengah Malam di Unyur Kota Serang, Warga Diserang Puluhan Orang Bersenjata, Polisi Didesak Bertindak Cepat
NU Curug Resmi Dilantik, Langsung Tancap Gas Susun Program Nyata untuk Warga Kota Serang
Gebrakan Pendidikan di Kabupaten Serang 2026: Sekolah Ditutup, Digabung, hingga Berganti Wajah
Revisi RTRW Kabupaten Serang, DPRD Tegaskan Sawah Tak Boleh Kurangi Sejengkal Pun
GUSDURian Gelar Nobar “Pesta Babi” di Kota Serang Guncang Isu Papua, Kolonialisme Modern Disorot Tajam

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00

Wagub Banten: Sensus Ekonomi 2026, Data Asli Jadi Penentu Nasib Kebijakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:30

Petugas Rutan Kelas IIB Serang Gagalkan Penyelundupan 720 Butir Antimo, Modus Pengunjung Terendus

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:00

NU Kecamatan Curug Resmi Dilantik, Pemkot Serang Tegaskan Peran Strategis untuk Ubah Wajah Sosial Masyarakat

Kamis, 30 April 2026 - 19:00

Teror Tengah Malam di Unyur Kota Serang, Warga Diserang Puluhan Orang Bersenjata, Polisi Didesak Bertindak Cepat

Kamis, 30 April 2026 - 06:00

Gebrakan Pendidikan di Kabupaten Serang 2026: Sekolah Ditutup, Digabung, hingga Berganti Wajah

Berita Terbaru