KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan tata kelola persampahan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Di tengah dinamika kerja sama pengelolaan sampah lintas daerah yang sedang berjalan, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Muhadam Labolo, menyampaikan sejumlah masukan strategis bagi pemerintah daerah.
Prof. Muhadam menilai bahwa pengelolaan sampah di era modern tidak lagi dapat diselesaikan secara parsial oleh satu wilayah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kerja sama antar-daerah yang telah terjalin, termasuk dengan Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang, perlu dikembangkan lebih luas dari sekadar aktivitas pembuangan akhir.
“Pemerintah daerah perlu mengembangkan kerja sama tidak hanya soal pembuangan sampah ke tempat tertentu, tetapi juga memperhatikan pertukaran informasi dan teknologi,” ujar Prof. Muhadam.
Ia menegaskan bahwa pertukaran teknologi serta pengalaman pengelolaan sampah atau best practice menjadi faktor penting agar tercipta simbiosis mutualisme antarwilayah.
Dengan adanya transfer pengetahuan, posisi tawar daerah penerima sampah dinilai akan semakin kuat karena tidak hanya berperan sebagai lokasi pembuangan.
“Artinya daerah-daerah bisa saling berbagi pengalaman dan teknologi pengelolaan sampah yang efektif. Jadi bukan hanya satu daerah menjadi pemasok dan yang lain menjadi korban, tetapi ada nilai tambah yang dihasilkan,” jelasnya.
Selain aspek teknologi, Prof. Muhadam juga merekomendasikan penerapan manajemen pengelolaan bersama atau joint management terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Penulis : Taman
Halaman : 1 2 Selanjutnya















