Banten

Andra Soni Bidik Pertumbuhan 5,9 Persen, Ekonomi Banten Melejit, Tangsel Dinobatkan Raja Digital Nasional

Gubernur Banten Andra Soni membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Senin 25 Mei 2026.
Gubernur Banten Andra Soni membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Senin 25 Mei 2026.

KILAS BANTEN – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus menunjukkan sinyal positif sepanjang 2026. Gubernur Banten Andra Soni, optimistis laju ekonomi daerahnya mampu menembus angka 5,9 persen pada akhir tahun. Optimisme itu muncul seiring meningkatnya digitalisasi ekonomi dan penggunaan transaksi non tunai di berbagai wilayah.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

 

Dalam sambutannya, Andra memaparkan capaian ekonomi Banten dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Banten berada di angka 4,79 persen. Angka itu kemudian naik menjadi 5,37 persen pada 2025.

Data Sensus Ekonomi Banten Tertinggal, Gubernur Andra Soni Turun Tangan, Seluruh Pemangku Kepentingan Langsung Dikumpulkan

 

“Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada Tahun 2024 tumbuh 4,79 persen. Tahun 2025 tercatat kita tumbuh 5,37 persen,” ujar Andra Soni, dalam keterangannya, Senin 25 Mei 2026

 

Ia menegaskan, tren positif tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2026. Pemerintah Provinsi Banten pun optimistis target 5,9 persen dapat tercapai apabila seluruh elemen daerah memperkuat kolaborasi.

 

Datangi Pemkot Serang, BP3MI Ajak Kolaborasi Edukasi Warga Agar Tidak Jadi Korban Calo Kerja ke Luar Negeri

“Insya Allah kita tumbuh 5,9 di akhir tahun 2026,” katanya.

 

Menurut Andra, pertumbuhan ekonomi tidak dapat ditopang pemerintah semata. Peran pelaku usaha, UMKM, sektor kreatif, hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

 

Ia juga memberikan apresiasi terhadap capaian Tangerang Selatan yang dinilai berhasil menjadi daerah dengan performa transaksi digital terbaik di Pulau Jawa dan Bali sepanjang 2025.

Pemkot Serang Dorong Kolaborasi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat untuk Perkuat Perlindungan Anak

 

“Kalau sudah se Pulau Jawa-Bali otomatis se-Indonesia. Tapi jangan lupa dikembangkan di daerah lain,” ujarnya.

 

Andra menilai tingginya tingkat digitalisasi ekonomi menjadi kekuatan baru bagi Banten untuk meningkatkan daya saing nasional. Saat ini, Provinsi Banten disebut menempati posisi ketiga nasional dalam capaian digitalisasi ekonomi.

 

Menurutnya, pencapaian itu lahir dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dukungan pemerintah pusat melalui Bank Indonesia.

 

“Ini semua terjadi karena masyarakatnya juga dan upaya-upaya pemerintah daerah masing-masing serta dukungan Pemerintah Pusat melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengatakan Festival Shafara dan Digiwara 2026 hadir dengan konsep baru. Acara tersebut menggabungkan dua ekosistem besar, yakni ekonomi syariah dan ekonomi digital.

 

Menurut Ameriza, Shafara berfokus pada penguatan ekonomi syariah. Sedangkan Digiwara menjadi ruang pengembangan transaksi dan sistem keuangan digital di daerah.

 

“Dengan penggabungan ini akan saling memberikan mutual benefit antara syariah dan digital,” katanya.

 

Ia menambahkan, penggunaan transaksi digital dalam sektor ekonomi syariah juga terus meningkat. Kondisi itu menunjukkan masyarakat semakin cepat beradaptasi dengan sistem pembayaran berbasis teknologi.

 

Ameriza bahkan menyebut Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah paling maju dalam pengembangan transaksi digital di Indonesia.

 

“Bisa dikatakan, Tangsel itu ya juara nasional,” ujarnya.

 

Selain Tangerang Selatan, sejumlah daerah lain di Banten juga mulai menunjukkan perkembangan positif dalam digitalisasi transaksi keuangan. Wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang terus didorong agar semakin aktif mengembangkan sistem pembayaran digital.

 

Menurut Ameriza, ajang Digiwara Award 2026 menjadi salah satu strategi untuk memacu persaingan positif antar daerah dalam memperkuat ekonomi digital.

 

“Dengan adanya Digiwara Award ini, bukan hanya daerah yang berbatasan dengan Jakarta tapi daerah seperti Lebak dan Pandeglang terus termotivasi untuk meningkatkan transaksi digital,” ucapnya.

 

Dalam ajang Digiwara Award 2026, sejumlah daerah di Banten berhasil meraih penghargaan di berbagai kategori. Lebak dan Cilegon tercatat menjadi daerah dengan rasio nominal transaksi KKI tertinggi.

 

Kemudian, Kabupaten Tangerang dan Cilegon meraih kategori volume transaksi KKI terbanyak. Sementara Tangerang Selatan bersama Lebak mencatat capaian tertinggi dalam pemanfaatan pembayaran digital serta transaksi pajak dan retribusi daerah non tunai.

 

Festival Shafara dan Digiwara 2026 menjadi gambaran kuat bahwa transformasi ekonomi digital di Banten terus berkembang pesat. Digitalisasi kini tidak hanya menyasar sektor perbankan dan bisnis besar, tetapi juga mulai menjangkau UMKM hingga layanan pemerintahan daerah.***

× Advertisement
× Advertisement