Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri forum bisnis Indonesia–Tiongkok di Jakarta untuk mempromosikan potensi industri dan investasi Provinsi BantenKILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni, mempromosikan Provinsi Banten sebagai salah satu pusat industri dan investasi paling potensial di Indonesia di hadapan pelaku usaha dan tokoh politik Indonesia–Tiongkok.
Pernyataan itu disampaikan Andra saat menghadiri Jamuan Makan Malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia Program DBA Angkatan 12 Cheung Kong Graduate School of Business di Grand Hyatt Jakarta.
Dalam forum internasional tersebut, Andra menegaskan bahwa Banten memiliki posisi strategis yang mampu menarik investasi berskala global. Kedekatan wilayah Banten dengan Jakarta disebut menjadi salah satu kekuatan utama yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia.
“Banten berbatasan langsung dengan Jakarta dan menjadi kawasan aglomerasi. Posisi ini menjadikan Banten sangat strategis,” ujar Andra Soni, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, perkembangan industri di Banten dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan signifikan. Berbagai sektor industri besar kini berkembang di wilayah tersebut, mulai dari industri baja, petrokimia, manufaktur hingga properti.
Andra menyebut, pertumbuhan sektor industri itu turut didukung jumlah penduduk Banten yang kini mencapai lebih dari 13 juta jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah tersebut menjadi kekuatan besar karena menciptakan pasar potensial sekaligus menyediakan tenaga kerja produktif bagi dunia usaha.
Tidak hanya mengandalkan pasar dan sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Banten juga terus memperkuat infrastruktur penunjang investasi. Infrastruktur yang tersedia dinilai sangat memadai untuk mendukung aktivitas industri dan perdagangan nasional maupun internasional.
“Banten dipadati kawasan industri besar dan didukung infrastruktur lengkap mulai dari jalan tol, kereta api, pelabuhan hingga Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.
Keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta disebut menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat konektivitas Banten dengan berbagai negara. Selain itu, akses jalan tol dan jaringan logistik juga dinilai memudahkan distribusi barang dan mobilitas industri.
Dalam forum tersebut, Andra juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pelabuhan untuk mempercepat arus perdagangan internasional. Pemprov Banten, kata dia, telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pelabuhan-pelabuhan di wilayah Banten dapat melayani aktivitas ekspor dan impor secara lebih optimal.
Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan daya saing kawasan industri di Banten di tengah ketatnya persaingan investasi global. Dengan sistem logistik yang semakin baik, investor diyakini akan lebih tertarik menanamkan modal di Provinsi Banten.
Selain mempromosikan potensi industri, Andra juga memastikan bahwa iklim investasi di Banten berada dalam kondisi kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, terus membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan agar investor merasa aman dan nyaman.
“Pemprov Banten terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar investor merasa aman, nyaman, dan mudah dalam mengembangkan usahanya di Banten,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemprov Banten juga mulai memperkuat kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi persaingan industri masa depan. Andra menilai kekuatan industri modern tidak hanya ditentukan modal dan infrastruktur, tetapi juga kualitas talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan global.
“Kami meyakini daya saing industri masa depan tidak hanya ditentukan infrastruktur dan modal, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan talenta entrepreneur yang adaptif terhadap perubahan global,” ungkapnya.
Forum bisnis Indonesia Tiongkok tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional. Di antaranya Ahmad Luthfi serta Cik Ujang.
Kehadiran para kepala daerah dalam forum internasional itu menunjukkan semakin kuatnya upaya pemerintah daerah di Indonesia dalam menarik investasi asing di tengah kompetisi ekonomi global yang semakin ketat.
Dengan posisi strategis, infrastruktur lengkap, kawasan industri yang terus berkembang, serta dukungan pemerintah terhadap investasi, Banten kini mulai dipandang sebagai salah satu daerah paling potensial untuk pengembangan industri dan investasi jangka panjang di Indonesia.***