KILAS BANTEN – Kabar baik bagi pencari kerja di Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) kembali membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperbesar kesempatan mendapatkan pekerjaan.
Kali ini, BLK Kota Tangerang menggelar pelatihan house keeping perhotelan yang berlangsung mulai 9 Juni hingga 22 Juli 2026. Program tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Ibis Styles Jakarta Airport guna mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri perhotelan.
Kepala BLK Kota Tangerang, Yasin Surya, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
Menurutnya, sektor perhotelan masih menjadi salah satu bidang yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Karena itu, pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kami membuka pelatihan bagi masyarakat yang ingin berkarier di industri perhotelan. Program ini bukan pertama kali dilaksanakan. Tahun lalu kami juga menyelenggarakan kegiatan serupa dan hasilnya cukup positif. Lebih dari 50 persen peserta berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan,” ujar Yasin Surya, Rabu (10/6/2026).
Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan pembelajaran secara intensif mengenai standar operasional house keeping hotel. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.
Program ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten. Terlebih, Kota Tangerang memiliki posisi penting sebagai wilayah penyangga Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelilingi berbagai fasilitas akomodasi dan perhotelan.
Tidak hanya memperoleh pelatihan di kelas, peserta juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti program magang langsung di hotel. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus meningkatkan kesiapan peserta sebelum memasuki industri perhotelan secara profesional.
Keuntungan lainnya, peserta yang memenuhi standar kompetensi akan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut menjadi nilai tambah yang penting karena dapat meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan industri. House Keeping Manager Ibis Styles Jakarta Airport, Fahrur Razi, menilai pelatihan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan yang terus berkembang.
Menurut Fahrur, kawasan sekitar Bandara Soekarno-Hatta memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Banyaknya hotel yang beroperasi di wilayah tersebut membuka peluang karier yang cukup luas bagi para lulusan pelatihan.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan program ini. Kebutuhan tenaga kerja di bidang perhotelan masih cukup tinggi. Pelatihan seperti ini membantu menyiapkan calon pekerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Fahrur.
Antusiasme peserta juga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Sebagian besar peserta merupakan lulusan baru yang ingin meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.
Salah satu peserta, Wini, mengaku optimistis pelatihan tersebut dapat menjadi bekal penting untuk mengembangkan karier di industri perhotelan. Lulusan sekolah kejuruan perhotelan itu berharap dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus memperdalam kompetensi yang telah dipelajari selama masa pendidikan.
“Saya ingin menambah pengalaman dan memperdalam pengetahuan di bidang perhotelan. Karena latar belakang pendidikan saya juga dari sekolah kejuruan perhotelan, saya sangat bersemangat mengikuti program ini sebagai persiapan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Melalui kombinasi pelatihan, praktik kerja lapangan, serta sertifikasi kompetensi, BLK Kota Tangerang berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di industri perhotelan. Program ini sekaligus membuka jalan lebih lebar bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.***

