Aktivitas pemotongan hewan kurban di RPH Bayur Kota Tangerang berlangsung menggunakan fasilitas modern dan sistem higienis saat Iduladha 1447 Hijriah.
Tidak hanya mengandalkan sistem digital, RPH Bayur juga didukung berbagai fasilitas modern yang membuat proses pemotongan berlangsung lebih efektif. Salah satu fasilitas unggulan yang tersedia ialah ruang boning atau area khusus pemisahan daging dan tulang.
Keberadaan ruang tersebut dinilai mampu mempercepat distribusi daging kurban sekaligus menjaga kualitas daging tetap bersih dan higienis sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Di sini sudah tersedia ruang boning dan area pemotongan khusus. Jadi proses pemisahan daging dan tulang bisa dilakukan secara higienis dan efisien,” katanya.
Selain fokus pada pelayanan, pengelola RPH Bayur juga memberikan perhatian serius terhadap dampak lingkungan selama musim kurban. Untuk mengurangi risiko pencemaran, RPH Bayur telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri.
Sistem pengolahan limbah tersebut menggunakan metode sedimentasi dengan tujuh titik penyaringan. Teknologi itu diterapkan agar limbah sisa pemotongan tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Kami maksimalkan fungsi IPAL agar limbah sisa pemotongan tidak mencemari lingkungan sekitar. Ini menjadi bagian penting dalam pelayanan kami,” ungkap Suhendriawan.
Salah satu pengguna rutin fasilitas RPH Bayur ialah Majelis Taklim Permanis atau Persatuan Anisa Perempuan dari wilayah Ketapang, Kecamatan Cipondoh. Pada Iduladha tahun ini, kelompok tersebut memotong sembilan ekor sapi di lokasi tersebut.
Ketua Panitia Majelis Taklim Permanis, Humairoh, mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan pengelola RPH Bayur. Ia menilai proses pemotongan berlangsung cepat dengan kondisi tempat yang bersih dan aman.