Peserta menampilkan kemampuan robot hasil rancangan mereka dalam ajang FTIK Vaganza AIROC 2026 yang digelar FTIK UIN SMH Banten bersama Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI).
Selain kompetisi robotik, panitia juga menggelar lomba media pembelajaran berbasis AI yang diikuti 10 guru dari berbagai sekolah. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi tenaga pendidik untuk mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses belajar mengajar.
“Lomba Robotik FTIK Vaganza AIROC ini diikuti oleh 24 tim peserta dari berbagai jenjang. Selain robotik, kami juga menyelenggarakan lomba media pembelajaran berbasis AI yang melibatkan para guru,” ujar Oman, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, dunia pendidikan tidak bisa lagi mengabaikan perkembangan teknologi. Robotik tidak hanya berfungsi sebagai perangkat modern, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, inovasi, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan pada abad ke-21.
Direktur Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI), Dr. Baik Hana Susanti, mengungkapkan bahwa AIROC 2026 merupakan kolaborasi ketiga antara pihaknya dengan FTIK UIN SMH Banten. Sebelumnya, kedua lembaga telah bekerja sama dalam penyelenggaraan workshop robotik bagi dosen serta seminar media pembelajaran yang diikuti ratusan peserta.
“Ini adalah kegiatan ketiga yang kami laksanakan bersama. Mulai dari workshop robotik untuk dosen, seminar pendidikan, hingga kompetisi robotik yang melibatkan siswa dan guru,” kata Baik Hana.
Ia menilai perkembangan teknologi saat ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kehadiran Generative AI dan Agent AI menjadi bukti bahwa inovasi digital yang dulu diprediksi hadir dalam satu atau dua dekade kini sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.