KILAS BANTEN – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menyatakan sikap tegas untuk ikut turun tangan meredam konflik internal yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral alumni PMII dalam menjaga persatuan, marwah, dan stabilitas organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi menilai polemik yang melibatkan dua kubu di internal PBNU telah menimbulkan keresahan luas di kalangan warga Nahdliyin.
Ia menegaskan konflik tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi melemahkan konsolidasi organisasi dan mengganggu peran strategis NU dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Fathan, NU memiliki sejarah panjang sebagai pilar penting bangsa. Organisasi ini berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan nasional, serta mengawal kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Karena itu, setiap persoalan internal harus diselesaikan secara dewasa, bermartabat, dan konstitusional.
“NU adalah organisasi besar dengan tanggung jawab besar. Konflik internal tidak boleh menggerus kepercayaan warga NU dan umat Islam secara luas,” kata Fathan dalam keterangannya, Sabtu, 13 Desember 2025.
Sebagai langkah konkret, PB IKA PMII mendorong pelaksanaan Muktamar Bersama PBNU. Opsi ini dinilai sebagai jalan keluar paling tepat untuk mengakhiri polemik yang berkepanjangan dan memulihkan soliditas organisasi. Fathan menegaskan muktamar merupakan forum tertinggi di NU yang memiliki legitimasi kuat untuk mengambil keputusan strategis.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















