M. Ishom el Saha, Guru Besar dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) BantenKILAS BANTEN – Kisah inspiratif Adud al-Daula yang dianggap sebagai bapak haji oleh pedagang Muslim yang tekun hingga berhasil menginjakkan kakinya ke amanah Suci.
Di sebuah kota di wilayah Khorasan, hiduplah seorang pedagang yang dikenal jujur dan tekun. Bertahun-tahun ia mengumpulkan harta dari perjalanan dagang, hingga akhirnya Allah memberinya kemampuan untuk menunaikan ibadah haji ke Masjidil Haram.
Menjelang keberangkatannya, ia menghitung seluruh hartanya. Semua kebutuhan perjalanan telah dipersiapkan: bekal, tunggangan, pakaian ihram, dan hadiah untuk keluarga yang ditinggalkan. Namun masih tersisa seribu dinar emas—jumlah yang sangat besar pada masa itu.
Ia duduk termenung sepanjang malam.
“Jika kubawa uang ini,” gumamnya, “aku khawatir dirampok di perjalanan. Tetapi jika kutitipkan kepada seseorang, aku takut ia mengingkarinya.”
Kegelisahan itu terus menghantuinya hingga akhirnya ia memilih cara yang menurutnya paling aman.
Keesokan harinya ia pergi keluar kota menuju hamparan padang pasir. Angin gurun berembus pelan, sementara matahari memancarkan cahaya kemerahan di ufuk timur. Di tengah kesunyian, ia menemukan sebuah pohon jarak yang tumbuh sendirian.
Ia menoleh ke kanan dan kiri memastikan tak seorang pun melihatnya.
Dengan tangan gemetar, ia menggali tanah di bawah pohon itu. Setelah lubang cukup dalam, ia memasukkan kantong berisi seribu dinar, lalu menimbunnya kembali hingga tanah tampak seperti semula.
“Di sinilah hartaku aman,” pikirnya.