KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Serang akan memperkuat penataan kota melalui kolaborasi lintas sektor.
Walikota Serang Budi Rustandi memimpin apel bersama Satpol PP dan menyampaikan komitmen memperbaiki wajah ibu kota Provinsi Banten secara bertahap dan tegas.
Dalam apel yang digela di halaman Satpol PP, Budi menegaskan pentingnya kerja sama semua unsur, mulai dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub, hingga dinas teknis lain untuk mendukung program strategis kota.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini saya hadir bukan sekadar apel, tapi ingin kita satu komando. Semua harus tegak lurus pada kebijakan pimpinan,” ucap Budi setelah meninjau SMPN 5 Serang ditulis Selasa 3 Juni 2025.
Budi menjelaskan bahwa Pemkot Serang kini fokus pada penataan kawasan kota yang dianggap sebagai etalase Banten.
Salah satu prioritasnya adalah proyek besar penataan ulang Alun-Alun Kota Serang yang dimulai tahun 2025 hingga 2026.
“Etalase kota harus berubah. Alun-alun akan kita tata ulang. Semua OPD, dari DLH, Dishub, hingga Satpol PP harus bergerak bersama,” katanya.
Untuk memastikan ketertiban di lapangan, ia meminta Satpol PP berjaga secara bergilir, terutama saat penertiban di kawasan rawan pelanggaran tata ruang.
“Kalau perlu dijaga dengan sistem shift. Kita tidak bisa kompromi terhadap pelanggaran,” tegas Budi.
Selain penataan kota, Budi juga membenarkan bahwa Pemkot Serang telah menerima surat resmi pembentukan Satgas Anti Premanisme dari pemerintah pusat.
Satgas ini akan mendapat dukungan penuh dari Pemprov Banten dan aparat wilayah.
“Kita sudah terima suratnya. Ini bagian dari upaya bersih-bersih wajah kota dari praktik premanisme. Harus ada ketegasan bersama antara pusat, provinsi, dan daerah,” ujar Budi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















