Kolaborasi BI, Pemkot Serang, dan BRIN dalam GNPIP dalam Kendalikan Inflasi Pangan

Kilas Banten
6 Okt 2024 14:11
Serang 0
2 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Serang, bersama dengan Pemprov Banten, Bank Indonesia (BI), dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), telah melaksanakan sosialisasi untuk mengendalikan inflasi pangan melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Program ini merupakan inisiatif dari BI untuk menekan kenaikan harga pangan yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya hidup.

Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M. Moesa, bersama Deputi Hario K. Pamungkas, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hadir dalam acara ini.

Selain itu, Tim Teknis Sekolah Lapang, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari BPTPHP Provinsi Banten, dan Dinas Pertanian Kota Serang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sebanyak 28 anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Jaya juga berpartisipasi.

Salah satu kegiatan yang diadakan adalah sosialisasi mengenai pengaplikasian Trichokompos pada lahan pertanian, yang disampaikan kepada Poktan Sumber Jaya.

Trichokompos adalah pupuk organik yang membantu meningkatkan kualitas tanah dan mencegah infeksi jamur pada tanaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal yang telah disusun sebelumnya, dengan dukungan Tim Teknis Kelompok 1 dan 3 (TTK1 dan TTK3).

Kabid Pertanian Kota Serang, Andriyani, membuka acara tersebut dan menyampaikan petani peserta sekolah lapang telah dibagi menjadi empat kelompok dan menandatangani kontrak belajar.

“Pre-test dilakukan untuk mengukur pemahaman awal petani terkait materi yang akan disampaikan, dan post-test dilakukan sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran,” jelasnya.

Dr. Pepi Nur Susilawati, seorang peneliti ahli dari BRIN, memberikan materi terkait Trichokompos dalam sosialisasi tersebut.

“Trichokompos adalah pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik yang telah terdekomposisi sempurna oleh mikroorganisme Trichoderma sp. Pupuk ini berfungsi sebagai biofungisida untuk melindungi tanaman dari infeksi jamur,” ungkap Dr. Pepi.

Selain penyampaian materi, Dr. Pepi juga mempraktekkan langsung penggunaan Trichokompos di lahan pertanian.

Ia melakukan pengecekan pH tanah di beberapa titik untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan tanah.

“Pengukuran pH sangat penting untuk menentukan jumlah bahan organik yang harus ditambahkan ke tanah. Hasil pengecekan menunjukkan pH rata-rata tanah di lokasi ini adalah 6,” lanjutnya.

Sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan praktik langsung kepada petani di lapangan.

Kegiatan tersebut berlangsung secara rutin dengan mengunjungi setiap kelompok tani sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kolaborasi antara pemerintah, BI, dan BRIN dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan di daerah, sekaligus membantu menekan laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga pangan.

Dengan pengetahuan dan teknologi pertanian yang lebih baik, para petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas mereka dan berkontribusi pada stabilitas harga pangan di Indonesia.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *