KILAS BANTEN – Kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, menjadi magnet wisatawan menjelang malam pergantian Tahun Baru 2025–2026. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung, Pemerintah Kabupaten Serang bersama pemerintah pusat turun langsung melakukan peninjauan lapangan, Rabu, 31 Desember 2025.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memimpin langsung pengecekan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto. Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan wisatawan yang diperkirakan memadati kawasan pantai saat malam Tahun Baru.
Peninjauan difokuskan pada kesiapan pengamanan, keselamatan pengunjung, serta koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh unsur terkait siap menghadapi tingginya aktivitas masyarakat di kawasan wisata unggulan tersebut.
Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang turut memastikan keamanan destinasi wisata di Kabupaten Serang. Menurutnya, kehadiran Mendes PDT menjadi dukungan penting bagi penguatan sektor pariwisata daerah.
“Pertama saya ucapkan terima kasih. Ini kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Serang karena Bapak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal telah meninjau langsung kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah.
Ia menegaskan, peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kesiapan pengelola wisata, balai wisata, serta aparat kebencanaan. Pemerintah daerah ingin memastikan semua unsur bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Ini dalam rangka kesiapsiagaan kita. Apakah seluruh unsur sudah siap menyambut wisatawan yang akan memenuhi kawasan wisata ini,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Ratu menyebut kesiapan kawasan wisata Anyer dan Cinangka telah sesuai dengan standar operasional prosedur. Kesiapan tersebut terlihat dari jumlah personel, sarana pendukung, hingga pola koordinasi antarinstansi.
“Alhamdulillah, semua sudah sesuai SOP yang seharusnya,” ujarnya.
Di kawasan Pantai Sambolo Anyer, balai wisata menyiagakan sedikitnya 10 personel di sejumlah titik rawan. Petugas bertugas mengawasi aktivitas wisatawan, khususnya yang berada di sekitar bibir pantai. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang juga disiagakan untuk merespons cepat kondisi darurat.
Ratu Rachmatuzakiyah mengimbau wisatawan agar mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan. Ia menekankan bahwa kepatuhan pengunjung menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama, terlebih kondisi cuaca masih berubah-ubah.
“Kami mohon imbauan petugas harus diikuti. Ini demi keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengamanan kawasan wisata, terutama pada momentum krusial seperti pergantian tahun. Ia meminta seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga tenaga kesehatan, terus berkomunikasi dan siaga.
“Yang paling penting, koordinasi tidak boleh terhenti. Semua unsur harus terus berkomunikasi,” kata Yandri.
Ia juga mengingatkan wisatawan untuk selalu waspada dan menaati aturan yang berlaku. Menurutnya, banyak insiden terjadi akibat kelalaian atau kurangnya pemahaman pengunjung.
Dengan kesiapsiagaan aparat dan kerja sama semua pihak, pemerintah optimistis perayaan malam Tahun Baru di Pantai Anyer dan Cinangka dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

