Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom saat menghadiri rapat koordinasi KKN Nusantara 2026 bersama perwakilan PTKIN se-Indonesia di Serang, Banten, Senin 11 Mei 2026
Ia mengungkapkan hasil pertanian Banten pada masa lalu pernah dikirim ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Kamboja.
“Dulu Banten pernah mengekspor beras ke Thailand dan Kamboja. Sejarah itu menunjukkan Banten pernah menjadi daerah yang sangat maju,” ujarnya.
Selain sejarah besar, Banten juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Mulai dari potensi tambang emas, minyak dan gas, hingga sektor wisata alam dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Prof Ishom, seluruh potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas agar mampu mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tambang emas ada, minyak dan gas juga ada. Wisata alam dan budaya juga lengkap. Tinggal bagaimana semua potensi itu dikembangkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, mengatakan rapat koordinasi menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.
Ia menilai setiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, peserta KKN perlu memahami kondisi wilayah tujuan sejak awal agar proses pengabdian berjalan lancar.
“Banten tentu memiliki kekhasan yang berbeda dengan daerah lain seperti Jogja, Parepare, atau Surabaya. Karena itu, orientasi awal sangat penting,” kata Nur Kafid.
Ia juga meminta panitia memperhatikan kesiapan teknis mahasiswa selama menjalani KKN di kawasan Baduy. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah akses perjalanan menuju lokasi yang membutuhkan waktu cukup panjang.