KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan perannya dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Kampus ini mulai menyiapkan langkah konkret untuk melahirkan Koperasi Reborn melalui dunia pendidikan. Komitmen itu terlihat dalam audiensi dengan Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah. Fokus utamanya adalah penguatan koperasi desa dan kelurahan agar lebih adaptif, profesional, dan relevan bagi generasi muda. UIN SMH Banten menilai kampus memiliki posisi penting dalam mencetak sumber daya manusia koperasi sejak dini.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Audiensi dihadiri Wakil Rektor III UIN SMH Banten Dr. Dedi Sunardi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Budi Sudrajat, serta Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Fitri Raya. Mereka membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan koperasi berbasis kerakyatan.
Wakil Menteri Koperasi Hj. Farida Farichah menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai sinergi dengan perguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan koperasi yang semakin kompleks. Menurutnya, koperasi membutuhkan sentuhan inovasi dan pemikiran kritis dari kalangan akademisi.
“Hari ini saya menerima audiensi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan Kementerian Koperasi. Kami sepakat mendorong koperasi menjadi bagian dari mata kuliah wajib agar mahasiswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mempraktikkan koperasi secara langsung,” ujar Farida.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















