Koperasi Reborn, UIN SMH Banten Gandeng Kemenkop, Mahasiswa Bakal Dicetak dari Bangku Kuliah

Kilas Banten
21 Jan 2026 19:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan perannya dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Kampus ini mulai menyiapkan langkah konkret untuk melahirkan Koperasi Reborn melalui dunia pendidikan. Komitmen itu terlihat dalam audiensi dengan Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

 

Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah. Fokus utamanya adalah penguatan koperasi desa dan kelurahan agar lebih adaptif, profesional, dan relevan bagi generasi muda. UIN SMH Banten menilai kampus memiliki posisi penting dalam mencetak sumber daya manusia koperasi sejak dini.

 

Audiensi dihadiri Wakil Rektor III UIN SMH Banten Dr. Dedi Sunardi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Budi Sudrajat, serta Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Fitri Raya. Mereka membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan koperasi berbasis kerakyatan.

 

Wakil Menteri Koperasi Hj. Farida Farichah menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai sinergi dengan perguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan koperasi yang semakin kompleks. Menurutnya, koperasi membutuhkan sentuhan inovasi dan pemikiran kritis dari kalangan akademisi.

 

“Hari ini saya menerima audiensi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan Kementerian Koperasi. Kami sepakat mendorong koperasi menjadi bagian dari mata kuliah wajib agar mahasiswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mempraktikkan koperasi secara langsung,” ujar Farida.

 

Farida menekankan, kolaborasi terstruktur dapat mendorong koperasi berkembang sebagai ekosistem usaha yang adaptif. Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, kata dia, membutuhkan dukungan intelektual agar mampu menjawab persoalan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia juga mengungkapkan, Kementerian Koperasi saat ini mendapat mandat untuk memperkuat literasi koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Dalam konteks tersebut, peran perguruan tinggi dinilai sangat strategis untuk menjaga keberlanjutan program.

 

“Literasi yang kuat membuat koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga sehat dari sisi tata kelola, usaha, dan kepercayaan anggota,” katanya.

 

“Hingga 2026 tercatat lebih dari 83 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di berbagai daerah. Jumlah besar ini membutuhkan pendampingan serius agar koperasi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat,” tambah Farida.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Rektor III UIN SMH Banten Dr. Dedi Sunardi menegaskan kesiapan kampus untuk terlibat aktif. UIN SMH Banten, kata dia, siap menjadikan literasi koperasi sebagai bagian dari mata kuliah kewirausahaan agar mahasiswa memahami koperasi secara komprehensif.

 

“Kami menyiapkan Kukerta tematik yang fokus pada pendampingan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Mahasiswa akan turun langsung ke masyarakat untuk membantu penguatan koperasi sesuai kebutuhan lokal,” ujar Dedi.

 

Selain mahasiswa, dosen juga akan dilibatkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan akan diarahkan pada tata kelola koperasi, sistem pembukuan yang transparan, hingga pengembangan unit usaha. Pendekatan akademik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas koperasi secara berkelanjutan.

 

“Kampus tidak ingin koperasi hanya bertambah jumlahnya. Kami ingin koperasi tumbuh kuat, mandiri, dan memberi dampak nyata bagi ekonomi desa,” kata Dedi.

 

Terkahir, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Budi Sudrajat menyampaikan dukungannya terhadap program Kementerian Koperasi Republik Indonesia.

 

“Kami siap untuk mendukung program-program yang dicanangkan oleh kementerian koperasi,” tutupnya.

 

Audiensi ini menjadi penanda awal kerja sama jangka panjang antara UIN SMH Banten dan Kementerian Koperasi RI. Kedua pihak sepakat menindaklanjuti pembahasan dalam bentuk program konkret yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menyiapkan generasi muda sebagai tulang punggung koperasi dan ekonomi kerakyatan di masa depan.