KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akhirnya mengungkap penyebab utama banjir yang kerap merendam kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menemukan adanya penyempitan badan sungai yang sangat ekstrem.
Sungai yang seharusnya memiliki lebar sekitar 15 meter kini menyusut drastis hingga hanya tersisa satu meter.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut terungkap saat Budi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi banjir.
Ia melihat langsung bagaimana aliran sungai telah berubah fungsi menjadi saluran drainase kecil karena terhimpit bangunan liar atau bangli.
Penyempitan ini membuat aliran air tidak lancar ke hilir sehingga meluap ke permukiman warga setiap kali hujan turun.
Melihat fakta di lapangan, Budi Rustandi langsung mengambil sikap tegas.
Ia menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelanggaran tata ruang yang merugikan masyarakat luas.
“Itu cuman kita lihat fakta di lapangan itu sudah menjadi banyaknya rumah. Dari kali menjadi drainase. Coba bayangkan, kebayang enggak,” katanya.
“Dari kali menjadi drainase. Gimana enggak banjir? Nah, ini kelewatan banget,” ujar Budi dengan nada kesal di hadapan jajarannya Minggu 4 Januari 2026.
Sebagai langkah konkret, Budi memerintahkan Camat Kasemen untuk segera mendata seluruh bangunan yang berdiri di atas badan sungai.
Ia menginstruksikan agar proses eksekusi atau pembongkaran bangunan liar dapat dimulai pada minggu depan.
Penertiban tersebut akan dilakukan bersinergi dengan Dinas PUPR serta Pemerintah Provinsi Banten.
Selain pembongkaran fisik, Budi juga menyoroti potensi praktik mafia tanah.
Penulis : Taman
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















