KILAS BANTEN – Langkah tak biasa ditunjukkan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, sejak resmi memimpin Kabupaten Serang. Di tengah kebiasaan pejabat daerah menggunakan fasilitas lengkap dari negara, ia justru memilih menolak rumah dinas dan kendaraan dinas jabatan.
Keputusan itu langsung menjadi sorotan publik. Pasalnya, anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk menunjang fasilitas kepala daerah kini dialihkan untuk kebutuhan masyarakat, mulai dari program rumah tidak layak huni atau rutilahu hingga bantuan ambulans desa.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan tersebut diklaim sebagai bentuk efisiensi anggaran sekaligus upaya memprioritaskan pelayanan publik dibanding kepentingan fasilitas pejabat.
Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Serang, Fariz Ruhiyatullah, mengatakan kebijakan itu sudah diterapkan sejak Ratu Rachmatuzakiyah mulai menjabat sebagai Bupati Serang.
“Beliau tidak menggunakan fasilitas rumah dinas jabatan, tidak menggunakan pemeliharaan rumah dinas, tidak menggunakan peralatan dan perlengkapan rumah dinas, serta tidak menggunakan beban biaya rumah dinas seperti listrik, air, dan telepon,” ujar Fariz, Senin, 11 Mei 2026.
Tak hanya rumah dinas, fasilitas kendaraan dinas jabatan juga tidak digunakan. Bupati Serang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas pemerintahan sehari-hari.
“Untuk kendaraan dinas jabatan juga tidak digunakan, termasuk tidak menggunakan pembiayaan pemeliharaan kendaraan dinas dan tidak menggunakan beban biaya kendaraan dinas seperti pajak STNK,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















