Menurut Fariz, pengalihan anggaran tersebut dilakukan agar APBD Kabupaten Serang dapat lebih dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi warga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Anggaran dari berbagai fasilitas jabatan itu dialihkan menjadi program rutilahu dan bantuan ambulans desa,” jelasnya.
Program rumah tidak layak huni menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Serang. Sebab, hingga kini masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan perbaikan.
Melalui pengalihan anggaran itu, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni.
Selain sektor perumahan, bantuan ambulans desa juga menjadi perhatian serius. Program tersebut dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Keberadaan ambulans desa diharapkan dapat membantu warga mendapatkan penanganan medis lebih cepat, khususnya dalam kondisi darurat atau ketika harus dirujuk ke rumah sakit.
Kebijakan efisiensi anggaran tersebut mendapat perhatian luas karena dianggap berbeda dari pola kepemimpinan pejabat daerah pada umumnya. Di tengah sorotan publik terhadap penggunaan anggaran pemerintah, langkah itu dinilai mencerminkan gaya kepemimpinan yang sederhana dan lebih dekat dengan masyarakat.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















