Farida menekankan, kolaborasi terstruktur dapat mendorong koperasi berkembang sebagai ekosistem usaha yang adaptif. Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, kata dia, membutuhkan dukungan intelektual agar mampu menjawab persoalan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengungkapkan, Kementerian Koperasi saat ini mendapat mandat untuk memperkuat literasi koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Dalam konteks tersebut, peran perguruan tinggi dinilai sangat strategis untuk menjaga keberlanjutan program.
“Literasi yang kuat membuat koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga sehat dari sisi tata kelola, usaha, dan kepercayaan anggota,” katanya.
“Hingga 2026 tercatat lebih dari 83 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di berbagai daerah. Jumlah besar ini membutuhkan pendampingan serius agar koperasi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat,” tambah Farida.
Menanggapi hal itu, Wakil Rektor III UIN SMH Banten Dr. Dedi Sunardi menegaskan kesiapan kampus untuk terlibat aktif. UIN SMH Banten, kata dia, siap menjadikan literasi koperasi sebagai bagian dari mata kuliah kewirausahaan agar mahasiswa memahami koperasi secara komprehensif.
“Kami menyiapkan Kukerta tematik yang fokus pada pendampingan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Mahasiswa akan turun langsung ke masyarakat untuk membantu penguatan koperasi sesuai kebutuhan lokal,” ujar Dedi.
Selain mahasiswa, dosen juga akan dilibatkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan akan diarahkan pada tata kelola koperasi, sistem pembukuan yang transparan, hingga pengembangan unit usaha. Pendekatan akademik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas koperasi secara berkelanjutan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















