Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak apatis terhadap politik. Sebab, rendahnya partisipasi generasi muda dapat memengaruhi kualitas demokrasi dan pembangunan nasional di masa mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang kepemiluan, tetapi juga edukasi mengenai literasi digital. Hal itu dinilai penting mengingat derasnya arus informasi di media sosial yang kerap dipenuhi berita bohong dan provokasi politik.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati demikian, Ketua PDB Kabupaten Serang, Rusnadi, meminta para pelajar lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar di internet.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.
“Pemilih muda harus mampu memilah informasi dengan bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu maupun informasi yang belum terverifikasi. Jadilah generasi yang kritis, peduli, dan aktif dalam pembangunan demokrasi,” kata Rusnadi.
Ia menilai kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pemilih muda di era modern. Apalagi media sosial kini menjadi salah satu sumber utama informasi politik di kalangan remaja.
Sementara itu, Kepala Sekolah MA Nurul Huda Baros, Hasan Basri, mengapresiasi langkah KPU Kabupaten Serang yang aktif memberikan pendidikan demokrasi kepada pelajar. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting untuk membangun kesadaran politik sejak usia sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya partisipasi dalam Pemilu serta menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini,” ujar Hasan Basri.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















