Pemkot Tangerang Fokus Putus Mata Rantai Stunting, Pencegahan Dimulai Sejak Masa Remaja

Kilas Banten
12 Jun 2026 11:00
3 menit membaca

 

Program tersebut dinilai penting karena kondisi kesehatan perempuan sejak usia remaja memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kehamilan di masa depan. Anemia yang tidak ditangani sejak dini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi saat hamil dan berdampak pada tumbuh kembang anak.

 

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi seribu hari pertama kehidupan sangat menentukan. Jika sejak remaja seorang perempuan mengalami anemia, maka risiko saat kehamilan juga meningkat dan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.

 

Selain menyasar kelompok remaja, Pemkot Tangerang juga menjalankan Program Pengantin Sehat. Melalui program ini, setiap calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan.

Baca Juga  Kabar Gembira, Pemkot Tangerang Gratiskan Legalitas 1.000 Rumah Lewat Program SAHABAT MBR

 

Langkah tersebut bertujuan memastikan calon orang tua berada dalam kondisi kesehatan yang optimal sebelum memasuki masa kehamilan. Dengan demikian, berbagai faktor risiko yang dapat memicu stunting bisa diidentifikasi dan ditangani lebih awal.

 

Upaya pencegahan berlanjut saat masa kehamilan. Pemerintah Kota Tangerang menyediakan layanan pemeriksaan antenatal care (ANC) secara gratis minimal enam kali selama masa kehamilan. Dari jumlah tersebut, dua pemeriksaan dilengkapi dengan layanan USG gratis yang dapat diakses di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

 

Menurut dr. Dini, pemantauan kesehatan ibu hamil secara berkala sangat penting untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat hingga proses persalinan.

 

Setelah bayi lahir, intervensi pencegahan stunting tetap dilakukan melalui berbagai program kesehatan dasar. Pemerintah mendorong pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, melengkapi imunisasi dasar, serta melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin melalui posyandu.