Selain itu, santri juga dilatih kemampuan ceramah atau public speaking keagamaan. Keterampilan ini dinilai penting untuk membentuk generasi dai yang siap terjun ke tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di bidang seni, pesantren memberikan ruang bagi santri untuk mengasah bakat. Mereka dilatih seni baca Al-Qur’an, kaligrafi, hingga hadroh. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Tidak hanya itu, Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ibad juga membekali santri dengan kemampuan bahasa asing. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris diajarkan secara intensif. Langkah ini diambil untuk memperluas wawasan santri dan membuka peluang di tingkat global tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri.
Menariknya, pesantren ini juga aktif melestarikan budaya lokal. Santri diajarkan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental. Kegiatan ini tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, keberanian, dan ketangguhan.
Seluruh proses pendidikan di pesantren ini berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Prinsip ini menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan tradisi. Lingkungan pendidikan yang dibangun pun mengedepankan harmoni antara nilai religius dan kebutuhan zaman.
Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren ini juga berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar. Kehadirannya memberikan dampak sosial yang luas, terutama dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan sekitar.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















