Berdasarkan hasil kajian, UIN Banten memiliki luas lahan mencapai 47,9 hektare. Dari total area tersebut, sedikitnya 49.167 meter persegi disiapkan sebagai ruang terbuka hijau untuk menjaga keseimbangan ekologis kawasan kampus.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
ITB juga mendorong penerapan konsep kampus yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Selain itu, pengembangan infrastruktur hijau dan pembangunan vertikal dinilai menjadi solusi agar pemanfaatan lahan lebih efektif tanpa mengurangi kualitas lingkungan.
Sejumlah fasilitas modern masuk dalam rancangan pengembangan tersebut. Mulai dari academic atrium, civic core, skybridge penghubung antarfakultas, smartpool multifungsi, laboratorium bahasa modern, data center, hingga gedung parkir terintegrasi.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, UIN Banten juga mulai mempercepat transformasi digital secara menyeluruh. Kampus ingin membangun sistem layanan pendidikan yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.
Wakil Rektor ITB Prof. Agus Jatnika menilai pembangunan kampus harus dilakukan secara terpadu agar arah pengembangan tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Kampus ideal harus dibangun melalui perencanaan terpadu antara masterplan fisik, akademik, dan penelitian,” kata Agus Jatnika.
Sementara itu, Tim Masterplan IT ITB yang dipimpin Prof. Jaka menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya menghadirkan perangkat teknologi baru. Menurutnya, perubahan harus menyentuh sistem tata kelola kampus secara menyeluruh.
“Ini bukan sekadar proyek TI, tetapi redesain kampus, layanan, energi, dan tata kelola,” tegas Prof. Jaka.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















