Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom bersama Anggota V BPK RI Fathan Subchi dalam pertemuan di Banten, membahas penguatan tata kelola dan rencana Raker Universitas 2026.
“Kami berharap pimpinan BPK dapat memberikan perspektif serta arahan strategis guna mentransformasikan tata kelola keuangan dan kelembagaan UIN SMH Banten agar semakin profesional, akuntabel, dan transparan,” ujar Prof Muhammad Ishom, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Raker Universitas bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi seluruh pimpinan untuk menyusun prioritas program, menyelaraskan anggaran, dan menetapkan target kinerja tahun berjalan. Kehadiran BPK RI dinilai relevan untuk memperkaya diskusi dan memperkuat dasar pengambilan kebijakan.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Ishom memaparkan sejumlah capaian UIN SMH Banten selama lima bulan awal masa kepemimpinannya. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam menyusun program kerja 2026. Salah satu prestasi menonjol adalah diraihnya Akreditasi Unggul oleh enam program studi secara bersamaan. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan mutu akademik dan daya saing institusi di tingkat nasional.
Selain itu, UIN SMH Banten berhasil menambah lima Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu. Penguatan sumber daya manusia ini dinilai krusial untuk mendorong pengembangan riset, publikasi ilmiah, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Kampus juga membuka dua program studi baru yang strategis, yakni Program Sarjana Akuntansi Syariah dan Program Doktor Ekonomi Syariah.
Pembukaan program studi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang. Langkah ini sekaligus memperkuat peran UIN SMH Banten sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan tantangan zaman.