Soal Persatuan Dinyalakan, Rektor UIN Banten Tegaskan Outlook Kerukunan 2026 sebagai Penjaga Utama Jati Diri Bangsa

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menyampaikan pandangan tentang pentingnya persatuan dan kerukunan umat beragama dalam Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta.

i

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menyampaikan pandangan tentang pentingnya persatuan dan kerukunan umat beragama dalam Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta.

KILAS BANTEN – Isu persatuan dan kerukunan umat beragama kembali mengemuka dalam Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025. Forum ini menjadi panggung penting untuk membaca arah kebijakan kerukunan nasional sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, hingga tokoh lintas agama. Salah satu pembicara yang menyita perhatian adalah Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom.

Ia menegaskan bahwa keberagaman agama, budaya, dan tradisi bukan sekadar realitas sosial, melainkan fondasi utama jati diri bangsa Indonesia.

Menurut Prof Ishom, Indonesia lahir dan tumbuh dari keberagaman. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap perbedaan menjadi syarat mutlak dalam menjaga persatuan nasional. Ia mengingatkan bahwa tingkat religiositas masyarakat Indonesia tergolong tinggi dan menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan sikap toleran.

“Indonesia termasuk tiga besar negara dengan tingkat ketaatan beragama tertinggi. Kondisi ini harus diiringi dengan toleransi dan kerukunan agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik,” ujar Prof Ishom.

Ia menilai pendidikan dan keteladanan para tokoh agama memegang peran strategis dalam merawat harmoni sosial. Melalui pendekatan tersebut, nilai-nilai moderasi dapat ditanamkan sejak dini dan diperkuat di ruang publik.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber
KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat
Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy
KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat
Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden
Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus
Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta menegaskan pentingnya persatuan nasional. Rektor UIN Banten menyebut kerukunan sebagai jantung jati diri bangsa dan modal utama menjaga stabilitas Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:00

Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15

KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:53

Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy

Senin, 11 Mei 2026 - 22:34

KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden

Berita Terbaru