Soal Persatuan Dinyalakan, Rektor UIN Banten Tegaskan Outlook Kerukunan 2026 sebagai Penjaga Utama Jati Diri Bangsa

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menyampaikan pandangan tentang pentingnya persatuan dan kerukunan umat beragama dalam Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta.

i

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menyampaikan pandangan tentang pentingnya persatuan dan kerukunan umat beragama dalam Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta.

Prof Ishom juga mendukung ajakan PKUB Kemenag agar momentum akhir tahun 2025 dimanfaatkan sebagai ruang refleksi kebangsaan. Refleksi tersebut dinilai penting di tengah dinamika sosial, perubahan politik, serta laju perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Kiai asal Cengkareng, Jakarta Barat, itu menyebut kerukunan umat beragama sebagai modal sosial paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Kerukunan menjadi fondasi utama bagi stabilitas nasional dan kelangsungan pembangunan. Tanpa harmoni, berbagai agenda kemajuan akan menghadapi tantangan serius.

“Menjaga kerukunan bukan tugas satu kelompok. Ini tanggung jawab bersama seluruh warga negara,” katanya.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala PKUB Kemenag RI Muhammad Adib Abdusshomad menjelaskan bahwa Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 disusun berbasis data, riset, dan analisis sosial. Dokumen ini dirancang sebagai instrumen kebijakan yang dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga  Kabar Gembira untuk Guru, Beban Mengajar Dipotong Jadi 16 Jam, Tapi Ada Syaratnya, Apa Itu?

“Outlook ini kami siapkan agar kebijakan kerukunan ke depan bersifat berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ujar Adib.

Ia menambahkan, proses diseminasi melibatkan banyak pihak yang selama ini berperan aktif menjaga stabilitas sosial-keagamaan. Peserta berasal dari kalangan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama, penyuluh agama, serta komunitas lintas iman dari berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin menekankan bahwa tingginya kemajemukan Indonesia menuntut pengelolaan kerukunan yang sistematis. Menurut dia, deteksi dini terhadap potensi konflik sosial berbasis keagamaan harus terus diperkuat agar gesekan dapat dicegah sejak awal.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya
Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi
Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta menegaskan pentingnya persatuan nasional. Rektor UIN Banten menyebut kerukunan sebagai jantung jati diri bangsa dan modal utama menjaga stabilitas Indonesia

Berita Terkait

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

-

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan

-

Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Berita Terbaru