“Kerukunan tidak cukup dibicarakan dalam ranah teologis. Kerukunan harus hadir dalam aksi sosial yang nyata, yang mendorong keadilan dan kerja sama lintas iman,” kata Kamaruddin.
Dari sisi tantangan baru, Koordinator Staf Khusus Kementerian Agama Ismail Cawidu menyoroti dampak era digital terhadap relasi antarumat beragama. Ia menilai rendahnya literasi digital membuka ruang bagi misinformasi dan disinformasi yang dapat memicu konflik. Perkembangan kecerdasan buatan, termasuk manipulasi gambar dan video, juga dinilai meningkatkan risiko kesalahpahaman.
Sebagai informasi, Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 merupakan bagian dari strategi nasional PKUB Kemenag RI. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Rapat Kerja Kementerian Agama yang menekankan pentingnya langkah sistematis dalam menyiapkan umat beragama agar mampu menghadapi tantangan masa depan secara moderat, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















