Rakornas Pendidikan Islam 2026 di Jakarta, Rektor UIN SMH Banten Turut Menentukan Arah SDM dan Masa Depan Madrasah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom saat mengikuti Rakornas Pendidikan Islam Tingkat Pendidikan Tinggi yang digelar Ditjen Pendis Kemenag RI di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026

i

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom saat mengikuti Rakornas Pendidikan Islam Tingkat Pendidikan Tinggi yang digelar Ditjen Pendis Kemenag RI di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026

 

“Rakornas ini menjadi ruang penting untuk menyamakan pandangan dan merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas SDM pendidikan Islam, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi lulusan madrasah,” ujar Prof Ishom, Senin, 9 Februari 2026.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu sumber daya manusia menjadi topik utama yang mengemuka dalam Rakornas. Pembahasan mencakup kondisi dosen dan tenaga kependidikan perguruan tinggi, guru dan tenaga kependidikan madrasah, hingga peserta didik. Kualitas SDM dinilai sebagai faktor kunci dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Islam yang berkelanjutan.

 

Data yang disampaikan dalam forum tersebut menunjukkan tantangan yang masih besar. Sebanyak 25.663 guru madrasah dan Raudhatul Athfal tercatat belum memiliki kualifikasi pendidikan Strata Satu.

 

Selain itu, sebanyak 424.398 guru madrasah dan RA belum mengantongi sertifikat pendidik sebagai guru profesional. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar di madrasah.

Baca Juga  PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

 

Rakornas menekankan pentingnya peran aktif perguruan tinggi, khususnya PTKIN dan lembaga penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan. Perguruan tinggi didorong terlibat langsung dalam menuntaskan pendidikan S1 guru madrasah serta mempercepat proses sertifikasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru.

 

Selain persoalan SDM, Rakornas juga menyoroti tantangan akses pendidikan tinggi bagi lulusan madrasah. Secara nasional, jumlah pendaftar PTKIN dari lulusan SMA dan SMK masih lebih tinggi dibandingkan lulusan Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan. Kondisi ini dipengaruhi oleh fakta bahwa jumlah MA dan MAK hanya sekitar 12 persen dari total SMA dan SMK di Indonesia.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya
Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi
Rektor UIN SMH Banten menghadiri Rakornas Pendidikan Islam 2026 di Jakarta. Forum nasional ini membahas krisis SDM, sertifikasi guru madrasah, serta strategi memperluas akses pendidikan tinggi Islam.

Berita Terkait

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

-

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan

-

Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Berita Terbaru